• Latest News

    Senin, 22 Desember 2014

    Klinik Umat LazisMu PCPM Blimbing




    Oleh: Imaduddin, S.T
    Litbang LazisMu PCPM Blimbing
    Dibalik ambulan yang terparkir di garasi Pondok Pesantren Imam Syuhodo ini, tersibak banyaknya tangan telah yang ikut andil dalam berbagai bentuknya, urun rembug, tenaga dan harta. Hingga ngotot, nekat bahkan prihatin dan apa saja kosa kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan kami.
    Barangkali belum bisa disebut panjang perjalanan LazisMu PCPM Blimbing Daerah Sukoharjo ini. Ya, LazisMu di tempat kami tidak sebagaimana lembaga serupa di cabang, daerah dan wilayah lain yang dikelola oleh Muhammadiyah. Di Cabang Blimbing, LazisMu dirintis dan dijalankan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM). Sekumpulan aktivis muda Muhammadiyah dengan sekian banyak mimpi yang kami punya.
    Dari sekian banyak mimpi itu sedikit demi sedikit terwujud diawali dari satu ambulan saja. Berbekal 100.000 rupiah dari setiap hamba Allah yang tak mau disebut namanya, terkumpul lebih dari 100.000.000 rupiah untuk mencipta ambulan. Aksi tambal sulam sana sini, cat mobil sana sini, peralatan seadanya, jadilah ambulan ini sudah dapat melayani umat sejak Oktober 2014. Tentu saja dengan ijin Allah Ta’ala, gegap gempita masyarakat menyambut hasil infak mereka sendiri. Infak, esensi dari kesadaran umat. Bukan dari sumbangan partai politik ataupun sponsorship dari perusahaan manapun. Maka jadilah ambulan ini benar-benar milik umat; dari, oleh dan untuk umat.
    Maret 2012 adalah embrio dari ide ambulan ini tercetus. Berawal kasak-kusuk tidak lebih dari 15 pemuda enerjik. Dua bulanan lebih kami menginisiasi ide pengobatan gratis untuk warga Muhammadiyah se-Cabang Blimbing yang terdiri dari 28 ranting di Kecamatan Polokarto. Meski digelar di ranting Muhammadiyah/’Aisyiyah, namun pada praktiknya kami tak pandang golongan pengajian mana, strata sosial seperti apa, maupun kaya-miskinnya kampung, kami berhasil merealisasikannya.
    Semua terwujud sedikit demi sedikit setelah jungkir balik menyerahkan proposal ke sekian perusahaan, rumah sakit, menawarkan kejasama dari mulai lembaga sosial, bahkan wiraswasta amatiran kelas kampong. Apa saja kami coba tapi tak jua berujung. Konsultasi dokter gratis mana yang mau ‘dibayar’ dengan senyum, sapa dan doa. Konsultasi ke sekian apoteker sejawat, obat generic mana yang pemasoknya termurah. Sampai-sampai berangan-angan jalan sekali dulu saja sudah bersyukur alhamdulillah, selanjutnya dipikir sambil jalan, lihat-lihat kasnya nanti. Dan justru bermula dari kas yang berasal dari infak masyarakatlah yang akhirnya mampu membuat energi yang tercurah membuahkan semangat. Kali pertama terlaksana, 100-an pasien mengantri sejak pagi. Syukur Alhamdulillah kami dibantu tim kesehatan dari Hilal Ahmar Solo, gratis seluruh obat dan biaya 3 dokter. Kami cukup siap snack sebagai obat sungkan kami.
    Ini adalah progress yang menjanjikan, kali kedua kami mendapatkan kerjasama bak durian runtuh dari KJKS Surya Mandiri milik warga Persyarikatan. Mereka berani membayar 3 dokter RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, konsultasi, lengkap dengan obatnya, tidak hanya generic, beberapa justru paten. Tidak hanya sekali, namun seterusnya tiap bulan. Kami cukup memastikan KJKS Surya Mandiri adalah mitra kerjasama pembiayaan yang patut diperhitungkan masyarakat. Itu saja, tidak berlebihan. Walhasil, hingga saat ini tercatat Nopember 2014, kami telah melaksanakan tidak kurang dari 28 kali pengobatan gratis, berpindah-pindah ranting tiap bulannya. Subhanallah, semoga menjadi berkah bersama.
    Kas kecil dari infak masyarakat, kami fokuskan untuk konsumsi. Dan karena dirasa perlu, kami sesekali membelikan stick cek darah (GDS/Gula Darah Sesaat, Asam Urat dan Kolesterol) yang sebenarnya tak murah. Namun esensi yang ingin kami bangun adalah kesehatan adalah milik semua dalam bentuk gratis seutuhnya, tanpa embel-embel. Kini, ambulan gagah menemani perjalanan aksi kesehatan kami, juga bagian dari infak masyarakat. Maka mimpi kami melayani masyarakat seutuhnya di bidang kesehatan ini berlanjut pada klinik sosial yang dimiliki secara mandiri oleh LazisMu PCPM Blimbing.
    Mengapa klinik? Karena pada kenyataannya pelayanan kesehatan yang kami jalani tak semudah yang dibayangkan. Berbagai kendala kami hadapi, dari mulai profesionalitas pelayanan dan komunikasi publik. Namanya juga gratis, penanggung jawab kegiatan pun berbayar gratis dan keringat. Sedemikian sehingga perkara profesionalitas tidak bisa kami janjikan dengan sepenuhnya kepada publik. Jadwal pengobatan terkadang mundur, bergantung pada ketersediaan obat, dokter, komunikasi dengan penyandang dana yang kadang terhambat. KJKS Surya Mandiri, sebuah koperasi yang juga menjalankan bisnis keuangan syari’ah dengan sekian ratus nasabah. Kami adalah bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) pihak tersebut. Hubungan harmonis sudah berjalan cukup lama, hanya saja profesionalitas memang perkara belakangan jika berkaitan dengan pelayanan sosial. Artinya kami masih bergantung, tidak leluasa. Kami sadar kami harus mulai mandiri. Klinik adalah salah satu jawabannya.
    Klinik adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan atau spesialistik yang diselenggarakan oleh lebih dari satu jenis tenaga kesehatan dan dipimpin oleh seorang tenaga medis. Program ini akan kita namai sebagai Klinik Umat. Sasarannya adalah seluruh elemen masyarakat se-Cabang Blimbing, Daerah Sukoharjo, Jawa Tengah.
    Tujuannya tentu saja berkesinambungan dengan program pengobatan gratis bulanan yang telah kami jalankan sejak Maret 2012. Sedemikian sehingga tercipta kemandirian sosial masyarakat di bidang kesehatan, mendekatkan masyarakat pada fasilitas kesehatan yang terjangkau. Dan yang terpenting adalah membantu pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat mengakses obat dan perawatan medis yang murah.
    Jika kami hendak sedikit membuat detail program, kami akan membaginya menjadi 2 buah Sub Program, unit Bisnis dan Sosial/CSR. Unit Bisnis akan melayani pelayanan kesehatan umum seperti Clinic Center seperti Praktik Dokter, Konsultasi Medis, Tindakan Medis Dasar oleh Tenaga Medis (Asthma, dll), Cek Kesehatan (Tensi, Cek Darah, dll), Pelayanan Resep oleh Apoteker, Sebuah Lab mini dan memungkinkan penyuluhan mirip Promo Kesehatan (Healthy & Beauty Care, Herbal, dll). Unit Bisnis ini akan memegang peranan penting sebagai support system agar nantinya program benar-benar berjalan mandiri.
    Di sisi lain, Unit Sosial adalah tangan panjang dari program yang telah berjalan. Periodic Mobile Clinic atau Pengobatan Gratis Keliling. Cek Kesehatan, Dokter keliling, pengobatan dasar, penyuluhan, dll. Program ini menjadi subsidi silang pendanaan dari Unit Bisnis.
    Kedepannya, Program ini setidaknya membutuhkan prasarana seperti ambulan, peralatan medis dan nonmedis yang memadai sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan. Dan yang lebih penting adalah proses perizinan dan administrasi. Beberapa kolega tim kami telah menggeluti dunia kesehatan dalam pendirian apotek, sehingga kami percaya proses ini dapat ditangani dengan pengalaman yang ada.
    Kami mempunyai modal satu dokter umum sosial yang mengabdi untuk masyarakat termasuk ruang prakteknya, satu ambulan standby 24/7 (24 jam, 7 hari), beberapa apoteker dan tenaga medis part time, serta koneksi dengan beberapa apotek yang bersedia membantu proses pengadaan obat secara mudah dan harga besahabat. Modal material dan SDM sudah kami kantongi, sudah kami inisiasi, tinggal meluncur dan penggalangan dana adalah sebuah tantangan menarik.
    “You can imprison a man, but not an idea. You can exile a man, but not an idea. You can kill a man, but not an idea”-Benzir Bhutto (Prime Minister of Pakistan)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Klinik Umat LazisMu PCPM Blimbing Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top