• Latest News

    Selasa, 30 Desember 2014

    Sikap Muhammadiyah terhadap Syiah





    Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam sidang plenonya telah mengeluarkan sikap yang berhubungan dengan kelompok Syiah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. DR. Yunahar Ilyas, Lc, M.A. Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Tarjih dan Tajdid sebagai berikut:
    1.  Muhammadiyah meyakini hanya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam yang ma’shum. Oleh sebab itu, Muhammadiyah menolak konsep kesucian imam-imam (‘Ishmatul aimmah) dalam ajaran Syiah.
    2.  Muhammadiyah meyakini bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam tidak menunjuk siapapun pengganti beliau sebagai khalifah. Kekhalifahan setelah beliau diserahkan kepada musyawarah umat, jadi kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhum adalah sah. Oleh sebab itu Muhammadiyah menolak rafidhahnya Syiah.
    3.  Muhammadiyah menghormati Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu sebagaimana sahabat-sahabat yang lain, tetapi Muhammadiyah menolak kultus individu terhadap Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu dan keturunannya.
    4.  Syiah hanya menerima hadits dari jalur ahlul bait, ini berakibat ribuan hadits shahih -walaupun riwayat Bukhari Muslim- ditolak oleh Syiah.
    Dengan demikian, banyak sekali perbedaan antara syiah dan ahlussunnah, baik masalah aqidah, ibadah, munakahat dan lain-lainnya. Sikap tersebut hendaknya menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah khususnya dan umat Islam pada umumnya, sehingga dengan demikian kita harus bersikap waspada terhadap ajaran dan doktrin syiah yang memang sangat berbeda dengan faham Ahlussunnah yang banyak dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia. [tabligh]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sikap Muhammadiyah terhadap Syiah Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top