• Latest News

    Minggu, 04 Januari 2015

    Dakwah Muhammadiyah, manifestasi pemikiran emas K.H. Ahmad Dahlan



    Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

    K.H. Ahmad Dahlan adalah sosok seorang pahlawan yang tidak  teoritis. Hal ini bisa dibuktikan dengan melihat realita bahwa semasa hidupnya beliau tidak pernah menuangkan pemikiran emasnya dalam satu buku pun. Akan tetapi, beliau adalah sosok pahlawan yang praktisis, maksudnya beliau mencurah gagasan pemikirannya secara langsung dalam tindakan amal perbuatan.  Segala tindakan konkritnya dalam upaya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya adalah merupakan manifestasi dari pemikirannya. Muhammadiyah lahir dari pemikiran KHA Dahlan, dan masih eksis hingga sekarang, yaitu ketika  umur Muhammadiyah sudah mencapai lebih dari satu abad.
    Ada sebuah cerita hikmah tentang sejarah Muhammadiyah yang mungkin kebanyakan orang Muhammadiyah justru tidak mengatahui tentang ini. Cerita ini pun tidak diungkap dalam film “Sang Pencerah” yang notabene adalah gambaran sejarah dari berdirinya Muhammadiyah. Cerita pendek ini sebenarnya adalah sebuah inspirasi yang melatarbelakangi KHA. Dahlan dalam mendirikan Organisasi Muhammadiyah. Cerita ini berawal dari seorang anak kecil, ia mengajukan berbagai pertanyaan  kepada KHA. Dahlan. Ia bertanya mengenai sekolah yang didirikan oleh KHA. Dahlan di rumahnya sendiri, milik siapa sekolah itu, siapa yang mendirikan, siapa yang membiayai, dan siapa yang memanajemen. KHA. Dahlan pun menjawab, bahwa beliau sendirilah yang memiliki sekolah itu, beliau sendiri juga lah yang mendirikannya, membiayainya, dan memanajemen.  Lantas anak kecil itu bertanya lagi, bagaimana jika KHA. Dahlan itu sedang sakit atau sudah dipanggil oleh Allah, siapa yang akan menggantikan dan meneruskan perjuangan beliau itu, jika saat itu KHA. masih serba sendiri dalam berjuang. Nah, dari pertanyaan si anak itulah kemudian KHA. Dahlan berfikir untuk mendirikan suatu organisasi. Ditambah pengalamannya dalam mengelola sekolah, dimana KHA membiayai sekolah itu dengan hartanya sendiri. Gaji pengajar-pengajarnya juga dari penghasilan beliau sendiri. Pernah suatu ketika beliau mengalamai krisis dana untuk membiayai sekolah itu, berbagai macam harta pribadinya mulai dari perabot rumah tangga sampai perhiasannya sudah beliau jual demi membiayai sekolahnya. Bahkan karena kemurahan hatinya, karena sudah sampai pada titik kesulitan dana, beliau melelang pabrik batik  yang beliau miliki. Dimana pada saat itu melelang pabrik berarti menunjukkan bahwa seseorang itu benar-benar sudah jatuh pailit. Nah, pengalaman itu juga yang mendorong KHA. Dahlan untuk mendirikan organisasi. Alasannya adalah beliau membutuhkan kader-kader penerus untuk melanjutkan garis perjuangannya. Karena itu, lahirlah sebuah organisasi gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang diberi nama Muhammadiyah.
    Ada sebuah pertanyaan, mengapa dinamai gerakan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar, bukan gerakan tabligh saja? Jawabannya adalah, karena esensi yang terkandung dalam kata “dakwah” itu lebih luas daripada “tabligh”. Muhammadiyah memakai istilah dakwah karena dakwah adalah suatu upaya menyeru, mengajak, dan merayu ummat untuk masuk Islam dan mengerjakan nilai-nilai islam. Dan ini mencakup verbal maupun nonverbal. Sedangkan tabligh esensinya lebih sempit, karena tabligh secara istilah artinya adalah menyampaikan pesan saja. Jadi hanya menggunakan lisan dan bersifat verbal. Itulah alasan kenapa Muhammadiyah itu adalah gerakan dakwah islam amar ma’ruf nahi munkar, bukan gerakan tabligh Islam amar ma’ruf nahi munkar.
    Kiprah Muhammadiyah sesuai dengan dengan istilah itu, sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah tidak hanya ambil posisi menyampaikan ajaran islam melalui pengajian-pengajian saja, amalan konkritnya juga bisa dilihat jelas. Muhammadiyah selalu ikut andil dalam menolong kesengsaraan umum. Muhammadiyah mencerdaskan kehidupan bangsa dan peduli terhadap sesama. Ketika terjadi bencana di manapun, Muahammadiyah akan mengerahkan tim penanggulangan bencananya untuk membantu proses evakuasi dan mengumpulkan dana dari warganya untuk membantu korban bencana. Muhammadiyah juga mempunyai ratusan PKU di wilayah-wilayah Indonesia yang siap sedia membantu orang-orang umum. Itulah manifestasi dari gelar Muhammadiyah, yaitu gerakan Amar ma’ruf Nahi munkar.
    Prof. Dr. Yunahar Ilyas membuat suatu rumusan, dimana beliau mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi yang mentransformasikan kebodohan kepada ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan kepada ide, dan ide kepada gerakan yang bertujuan untuk mencari ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan itulah esensi yang terkandung dalam “gerakan dakwah”.
    Berdasarkan Q.S. an-Nahl ayat 125, beliau mengemukakan 5 strategi dakwah Muhammadiyah, yaitu :
    1.  Tabligh, yaitu menyampaikan pesan-pesan dan nilai-nilai keislaman secara verbal.
    2.  Ta’lim, memberikan pengajaran-pengajaran seperti yang diberikan di sekolah-sekolah dan pengajian-pengajian
    3.  Takwin, berupa pembinaan-pembinaan
    4.  Tandhim, yaitu dengan jalan organisasi (bekerja sama dalam satu tujuan)
    5.  Tanfidz, pelaksanaan pemikiran-pemikirannya dalam tindakan nyata, sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah.
    Semua yang dilakukan oleh Muhammadiyah itu adalah dalam koridor dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar.
    Q.S. an-Nahl ayat 125 dan al-Ankabut ayat 46 adalah dasar Organisai Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwahnya. Dari ayat tersebut, Al-Baidhawi dan Syekh Shalih al-Utsaimin menerangkan mengenai kodisi mad’u (yang didakwahi) dan bagaimana metode dakwahnya,  diantaranya:
    1.  Golongan yang memiliki ilmu dan siap menerima kebenaran, metode dakwahnya adalah dengan “al-Hikmah”, yaitu dengan dalil-dalil qath’i, menjelaskan kebenaran, dan menghindari kesalahfahaman.
    2.  Golongan awam, yaitu golongan yang ilmunya masih kurang, tetapi mau menerima kebenaran. Metode dakwahnya dengan “mau’idhzah hasanah”, yaitu nasihat-nasihat yang baik.
    3.  Golongan yang suka berdebat dan menolak kebenaran. Metode dakwahnya dengan “al-jidal al-hasan” , yaitu dengan perdebatan yang baik pula.
    4.  Golongan yang menolak, memusuhi, menentang kebenaran, dan memusuhi umat. Metode dakwahnya adalah dengan memerangi mereka, tetapi yang perlu diingat ialah kita tidak memerangi dengan kekerasan sebelum diperangi terlebih dahulu.
    wa’llāhu a’lamu bi as-shawāb
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Dakwah Muhammadiyah, manifestasi pemikiran emas K.H. Ahmad Dahlan Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top