• Latest News

    Sabtu, 03 Januari 2015

    Meng-amin-kan doa




    Pertanyaan: Bagaimana hukum meng-amin-kan doa secara umum (bukan pada saat khutbah Jumat)?

    Jawab:  Pada dasarnya meng-amin-kan doa adalah sesuatu yang masyru’. Berdasarkan hadits Ummu Salamah radhiallahu ‘anha yang menceritakan tentang kedatangan Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika Abi Salamah wafat, kemudian Nabi memejamkan matanya, dan orang-orang pun ribut maka beliau  bersabda :
     « لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ بِخَيْرٍ فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ ».
    “Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, berdoalah dengan kebaikan, karena sesungguhnya malaikat meng-amin-kan terhadap doa kalian.” (HR. Abu Dawud)
    Berdasarkan hadits tersebut difahami bahwa meng-amin-kan doa adalah sesuatu yang disyariatkan. Namun karena riwayat tersebut tidak menunjukkan bahwa bacaan amin tersebut dibaca dengan jahr (keras) apalagi berjamaah, dan belum ditemukan riwayat yang shahih bahwa Nabi meng-amin-kan doa dengan jahr, maka majelis memandang bahwa cara meng-amin-kan yang benar adalah dengan sir atau dalam hati, tidak keras apalagi berjamaah. Wallahua’lam.

    *) Hasil Mudzakarah Majelis Tarjih Dan Tajdid PCM Blimbing Periode Maret 2012
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Meng-amin-kan doa Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top