• Latest News

    Senin, 12 Januari 2015

    Muhammadiyah Dipandang Tak Perlu Jadi Partai




    SEMARANG - Ketua Majelis Hikmah PP Muhammadiyah Dr. H. Imam Addaruqutni, M.A berpandangan Muhammadiyah tidak perlu menjadi atau mendirikan partai, berdasar tujuan dan gerakan awal berdirinya. Pernyataan tersebut disampaikan pada Seminar Keislaman yang diselenggarakan Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di kampus setempat, Jumat (09/01/2015).
    Seminar dengan tema “Muhammadiyah dan Politik Kebangsaan” itu dibuka Rektor Unimus Prof. Dr. H. Jamaludin Darwis, M.A dan dihadiri para wakil rektor, dekan, Ketua Badan Harian Unimus Widadi, S.H, Ketua LSIK Rohmat Suprapto, M.Ag dan para dosen Unimus.
    “Sebagian sejarah dan pergerak awal berdirinya organisasi Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan menunjukkan KH. Ahmad Dahlan saat itu terinspirasi pemikiran reformasi keislaman terjadi di Arab Saudi dan sejumlah negara Islam di Timur Tengah untuk kembali pada kemurnian ajaran Islam. Sehingga pada dasarnya Muhammadiyah merupakan organisasi yang boleh dikata berpolitik namun tidak partisan. Dan politik baru dijalankan manakala komunikasi dengan penguasa menemui jalan buntu atau penguasa tidak mau mendengarkan masukan-masukan dari Muhammadiyah maupun kalangan umat Islam lainnya, ” ujar Imam seperti dilansir Kedaulatan Rakyat.
    KH. Ahmad Dahlan yang merupakan pendiri Muhammadiyah, menurut Imam Addaraqutni menggunakan pola atau pendekatan Manhaj Makki (pembaharuan Mekah) yang dilakukan Muhammad Ibnu Abdul Wahab untuk reformasi Islam di Arab Saudi secara internal serta pendekatan Manhaj Misri (Pendekatan Mesir) yang dipelopori Jamaluddim Al Afghoni.
    Lebih lanjut Imam menyampaikan, Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi dakwah untuk kepentingan seluruh umat, bukan hanya arti sempit dakwah tentang tata cara salat, mengaji dan lain-lain tetapi lebih luas maknanya menyangkut kehidupan sehari-hari sampai pada kehidupan ketata negaraan yang dilakukan lewat berpolitik. Namun makna dakwah belakangan dimatikan atau dipersempit hanya sebagai cara-cara salat, ngaji, puasa atau hal internal keislaman saja. Inspirasi awal berdirinya Muhammadiyah merupakan gerakan yang harus bisa memberi manfaat orang lain lewat organisasi. Karena lewat organisasi akan lebih memudahkan ke arah tujuan yang ingin dicapai.
    “Sehingga kalau berbicara dan mengkaji Muhammadiyah maka perlu mengembalikan Muhammadiyah pada awal berdirinya organisasi ini yang sangat jelas tujuan berdirinya organisasi ini. Juga tatacara organisasi Muhammadiyah dijalankan penuh dengan profesionalisme” tandas Imam.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Muhammadiyah Dipandang Tak Perlu Jadi Partai Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top