• Latest News

    Jumat, 02 Januari 2015

    Pidato Ketum Pemuda Muhammadiyah: Berjamaah Melawan Korupsi




    Dahnil Anzar Simanjuntak resmi menjabat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018. Dalam acara pelantikan PP Pemuda Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu Dahnil menyampaikan pidato iftitah atau pidato pembuka. Berikut pidato iftitah Dahnil Anzar Simanjuntak.

    Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
    PUJI Syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bersilahturahim dan berkumpul di tempat ini. Shalawat serta salam kita sampaikan kepada Rasullulah Muhammad Saw, Sang Pencerah yang mengajarkan nilai kebaikan bagi umat manusia dibumi.

    Bapak-Ibu, Saudara sekalian yang saya hormati.
    Pemuda Muhammadiyah yang berdiri sejak 82 tahun yang lalu, tepatnya.26 Zulhijjah 1350 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1932 Miladiyah. Bersama organisasi induk-nya, yakni Muhammadiyah telah banyak berkhidmat bekerja untuk Bangsa, Negara dan Umat. Pengabdian Pemuda Muhammadiyah tersebut akan terus dilakukan dengan berbagai kebaharuan-kebaharuan yang berusaha selalu dihadirkan.
    Sebagai organisasi otonom dan proxy dari Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah dengan ciri gerakan sebagai organisasi gerakan kepemudaan Islam, dakwah amar makruf nahi munkar, gerakan intelektual, serta gerakan sosial-ekonomi dan politik, akan terus merawat ruh gerakan Muhammadiyah, yakni gerakan tajdid atau gerakan pembaharuan”.

    Bapak-Ibu, Saudara yang saya hormati.
    Berangkat dari semangat tajdid tersebut, Pemuda Muhammadiyah periode amanah 2014-2018 ini berusaha berijtihad menciptakan gerakan dakwah amar makruf nahi munkar dan gerakan sosial-ekonomi-politik dikalangan pemuda Islam yang memiliki semangat kebaharuan tersebut. Maka, semangat dan tema gerakan yang akan kami usung selama 4 tahun kedepan adalah Nalar Baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah".

    Bapak-Ibu, Saudara sekalian yang saya hormati.
    Secara sederhana nalar sering sekedar dipahami sebagai akal dan pikir”, tetapi saya berusaha menggali makna nalar secara elementer dan antropologis, yakni berasal dari kata dan huruf Jawa yang penggalan hurufhuruf-nya memiliki makna. Nalar berasal dari tiga kata; yakni; NA-LA-RA.
    NA bermakna terbuka, dan bebas. LA bermakna Lelakuning Urip” atau perjalanan hidup serta makna hidup. Sedangkan RA bermakna rasa, secara antropologis bagi orang-orang Indonesia pada umumnya rasa tidak bisa dipisahkan dari pikir. Rasa dan pikir yang kompak adalah wujud dari manusia yang baik.
    Jadi, secara elementer dan antropologis, Nalar Baru adalah semangat pikir, rasa yang terbuka, dan bebas, menciptakan dan merawat semangat gerakan tajdid atau kebaharuan dalam gerakan dakwah amar makruf nahi munkar. Semangat tajdid yang selalu menjiwai gerakan sosial-ekonomi dan politik Pemuda Muhammadiyah.
    Bagi saya, ketika Muhammadiyah melalui Pemuda Muhammadiyah tidak mampu merawat semangat tajdid atau pembaharuan, maka Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah akan mati dan menjadi dinosaurus, yang sekedar dikenang sejarah karena pernah ada”. Maka, adalah tanggungjawab Pemuda Muhammadiyah untuk terus dan tetap Merawat Semangat Tajdid Muhammadiyah tersebut, melalui Nalar Baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah”.

    Bapak-Ibu dan Saudara sekalian yang saya hormati.
    Semua dimensi aksi serta tarikan nafas gerakan pemuda Muhammadiyah adalah gerakan Islam dakwah amar makruf nahi munkar dan kaderisasi. Model dakwah Islam yang menawarkan solusi, Islam yang hadir sebagairahmatan lil alaminmenjadi visi utama Pemuda Muhammadiyah.
    Kami berusaha hadir dan bekerja dengan menawarkan solusi bukan justru menjadi bagian dari deretan masalah yang dialami Bangsa Indonesia dan Umat Islam saat ini.
    Perkenankan saya menyampaikan secara singkat apa saja agenda Gerakan Nalar Baru Pemuda Muhammadiyah yang berusaha kami hadirkan pada periode ini.

    Pertama, Gerakan Berjamaah Melawan Korupsi.
    Kami sadar betul, bahwa salah satu tantangan terbesar Bangsa Indonesia saat ini adalah korupsi. Praktek korupsi telah merampas hak-hak ekonomi rakyat Indonesia. Korupsi telah merampas hak-hak pelayanan publik untuk kita semua. Korupsi telah merampas hak-hak gizi dan masa depan pendidikan anak negeri. Korupsi telah merusak tatanan sosial dan politik, memporakporandakan akhlak anak negeri.
    Negeri yang dipenuhi dengan ceramah-ceramah kebaikan tentang akhlak faktanya tidak pararel dengan prilaku kita ketika menerima amanah untuk melayani rakyat.
    Seolah menjadi budaya”, kita mulai permisif dengan prilaku korup. Kejujuran seolah asing. Kejujuran seolah menjadi kesombongan ditengah-tengah tipu muslihat dan manipulasi.
    Mengutip pesan KH. Ahmad Dahlan, Jadilah Guru sekaligus Murid”. Kami, ingin memulai Gerakan Berjamaah melawan korupsi” dengan menjadikan diri kami para kader Pemuda Muhammadiyah sebagai aktivis yang mampu memberikan contoh sebagai Guru” ibdak bi nafsih”. Tradisi antikorupsi akan kami paksa tempelkan ke seluruh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah di Indonesia, apapun latarbelakangnya. Politisi, dosen, guru, pengusaha, pengacara, PNS dan lainnya.
    Kami juga akan belajar menjadi murid yang taat, menjaga diri agar mampu menjadi pribadi-pribadi bersih dan antikorupsi.
    Untuk memulai gerakan Berjamaah Melawan Korupsi”, kami akan mendirikan Madrasah Antikorupsi” bekerjasama dengan sahabat-sahabat kami dari Indonesia corruption Watch (ICW) dan kampus-ampus Muhammadiyah, swasta lainnya dan kampus negeri di seluruh Indonesia.
    Komitmen Gerakan Berjamaah Melawan Korupsi” ini, gendang perlawanannya akan mulai kami tabuh di pelantikan ini, sebagai manifesto gerakan politik dan kebudayaan Pemuda Muhammadiyah.

    Kedua, Agenda Gerakan Dakwah Ekonomi dan Pelayanan Sosial.
    Permasalahan kemiskinan, pengangguran dan Tuna-sosial lainnya tetap menjadi masalah pelik di Indonesia saat ini. Berangkat dari sejarah gerakan awal Muhammadiyah, Kiyai Ahmad Dahlan sejatinya memulai gerakan Muhammadiyah dengan menawarkan solusi terhadap masalah pendidikan-sosial-ekonomi yang dialami umat Islam saat itu.
    Memberikan pembelajaran umum dan ke-Islam-an kepada umat yang didera keterbelakangan. Memberikan santunan makanan dan tempat tinggal bagi mereka yang terpinggirkan dan miskin atau mustadhafin, menjadi ciri utama gerakan Kiai Dahlan saat itu. Maka, semangat ini pun akan kembali kami hadirkan dan rawat.
    Agenda mengkoneksikan kepentingan ekonomi seluruh kader pemuda Muhammadiyah diseluruh Indonesia menjadi agenda prioritas yang diamanahkan oleh Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Padang beberapa waktu yang lalu. Dalam rangka memperkuat jejaring ekonomi umat, maka gerakan memperkuat jejaring ekonomi kader pemuda Muhammadiyah akan menjadi prioritas gerakan nalar baru Pemuda Muhammadiyah 4 tahun ke depan.
    Agenda gerakan pelayanan sosial pun akan direvitalisasi oleh Pemuda Muhammadiyah melalui pemberdayaan kelompok mustadhafin dan aksi-aksi kepedulian sosial lainnya.

    Ketiga, Agenda Gerakan Internasionalisasi Pemuda Muhammadiyah.
    Umat Islam Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar didunia, Indonesia mampu mempraktekkan demokrasi dengan damai. Negara-negara Islam didunia bahkan negara-negara barat yang mengaku sangat demokratis harus banyak belajar dari umat Islam di Indonesia.
    Nah, berangkat dari fakta ini, dan kebetulan posisi saya sebelum terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, juga terpilih sebagai President Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network yakni organisasi pemuda lintas agama Asia dan Pacific, serta World Committee Religion for Peace, Youth Chapter, di Seoul dan Vienna. Saya dan Pemuda Muhammadiyah akan menyuarakan perspektif pemuda Islam Indonesia tentang kehidupan dan kerukunan umat beragama serta bernegara dan berbangsa yang dilandasi nilai-nilaiIlahiyyahdan semangat saling menghormati dan toleransi.
    Di bagian akhir dari pidato iftitah ini perkenankan, saya atas nama sahabat-sahabat Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh sahabat kami, kader Pemuda Muhammadiyah mulai dari ranting, cabang, daerah dan wilayah di seluruh Indonesia atas keikhlasannya memberikan amanah kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah selama 4 tahun kedepan, kepada kami. Mari kita bersama-sama merawat Ruhul Ikhlas dan Ruhul Jihad” dalam ber-Muhammadiyah dan ber-Pemuda Muhammadiyah.
    Kepada Ayahanda Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang hari ini diwakilkan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ayahanda Prof. Dr. Yunahar Ilyas. Lc, dengan rendah hati kami mohon dengan sangat bimbingan dan nasehat-nya selalu dalam semua tarikan nafas kami agar mampu mengemban amanah yang berat ini.
    Demikian pula dengan, para senior Pemuda Muhammadiyah yang kami hormati, para mantan ketua umum dan unsur pimpinan pemuda muhammadiyah baik pusat maupun wilayah, daerah dan cabang. Nasehat dan bimbingan-nya selalu kami nanti dan harapkan, dan perkenankan kami memohon maaf dengan sangat, bila ada kata, laku dan sikap kami yang tidak diperkenan hari ini maupun nanti.
    Kepada tokoh politik, ulama, cendikiawan dan pemerintahan yang hadir saat ini dengan rendah hati kami sampaikan, Pemuda Muhammadiyah siap menjadi mitra kritis. Terhadap pengabdian bagi bangsa, negara dan umat, yang sedang bapak-bapak emban saat ini. Kami siap bermitra dan membantu semua agenda pelayanan publik dan pembangunan yang bermamfaat bagi rakyat banyak. Demikian pula, kami siap menjadi kelompok yang paling kritis bila ada agenda pembangunan dan pelayanan publik yang bertentangan dengan kepentingan rakyat dan umat Islam di Indonesia.
    Kepada sahabat-sahabat saya yang secara ikhlas bersama-sama saya di Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah saat ini, saya juga ucapkan terimakasih dan mari bersama-sama kita wujudkan agenda Nalar Baru Gerakan Pemuda Muhammadiyah 4 tahun kedepan, semoga langkah baik kita meninggalkan jejak-jejak kebaikan bagi Umat dan bangsa di masa yang akan datang.
    Demikian pidato iftitah ini saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

    Fastabiqul Khairat
    Nasrun Minnallah Wa Fathun Qarib.
    Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

    [Pemuda Muhammadiyah]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 komentar:

    1. 1. Korupsi menjadikan Negara terpuruk dan masyarakat menjadi miskin bertambah.Peradaban manusia hilang.
      2. Pemuda Muhammadiyah perlu membuat usaha yg ditangani oleh aktivis Pemuda sendiri dan melaksanakan kegiatan misal Sunatan massal, bazar buku, santunan siswa berprestasi dan yg lainnya ( pilih yg sesuai ditempat )
      3. Bekerja atau menjadi mahasiswa diluar negeri sekaligus dpt menjadi aktifis Pemuda Muhammadiyah.
      Saran : Untuk membuat Plang ( Papan Nama ) Pemuda Muhammadiyah secara Nasional. Dengan Papan Nama, sosialisasi Organisasi dan Kegiatan dapat lebih bersemangat.

      BalasHapus

    Item Reviewed: Pidato Ketum Pemuda Muhammadiyah: Berjamaah Melawan Korupsi Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top