• Latest News

    Selasa, 10 Februari 2015

    Pemuda Muhammadiyah Menulis Sejarah, Kelak Koruptor Tak Punya Nyali

     
    Jakarta - Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto hadir dalam acara deklarasi gerakan berjamaah melawan korupsi dan launching madrasah antikorupsi di halaman gedung dakwah Muhammadiyah Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat (Ahad, 8/2/15).
    Dalam orasinya, Bambang mengapresiasi acara tersebut. Bahkan dia menilai, Pemuda Muhammadiyah yang dipimpin Dahnil Anzar Simanjuntak sedang menulis sejarah.
    Karena, Bambang mengingatkan, tahun 1928 dulu sekelompok pemuda membuat cita-cita dan mendeklarasikan kelak akan ada sebuah negara yang bernama Indonesia. "Sekarang Dahnil Sedang menulis sejarah. Dimana kelak koruptor tak punya nyali. Karena negara mampu menaklukkan dan mengendalikan korupsi seutuh-utuhnya dan setuntas-setuntasnya," kata Bambang berapi-api yang disambut gemuruh tepuk tangan.
    Selain Bambang, juga hadir sejumlah tokoh lainnya. Seperti inisiator pembentukan KPK HS Dillon, Rektor Universitas Muhammadiyah Ahmad Baidhowi, Koordinator ICW Ade Irawan, dan aktivis HAM Usman Hamid. Mereka semuanya mengenakan kaos berwarna merah yang beruliskan "Berjamaah Melawan Korupsi". Lebih jauh Bambang mengungkapkan, Pemuda Muhammadiyah bukan sekadar menulis sejarah. Tapi mengilhami gagasan baru dengan membangkitkan semangat KH. Ahmad Dahlan saat merumuskan dan membangun Muhammadiyah.
    "Ini bagian dari kebangkitan Muhammadiyah yang telah ditanamkan KH Ahmad Dahlan," tegas Bambang, yang datang bersama putranya, Muhammad Yattaqi.
    Dengan inisiasi itu pula, sambungnya, Pemuda Muhammadiyah sedang melakukan proses transformasi nilai-nilai baru. Yaitu, gerakan sosial pemberdayaan masyarakat untuk melawan korupsi.
    Karena memberantas korupsi, tidak bisa hanya dilakukan oleh penegak hukum atau segelintir orang. Dia yakin, semua dalam acara tersebut bagian penting untuk membangun gerakan moral masyarakat tersebut. "Saya yakin setelah madrasah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah bersama ormas lainnya akan bergabung dengan kekuatan embrio perlawanan gerakan sosial anti-korupsi," tegas BW, yang saat ini sedang berurusan dengan Bareskrim setelah ditetapkan sebagai tersangka.
    Menurutnya, gerakan antikorupsi itu penting. Karena masih ada janji yang belum tunai mengapa kita membentuk Indonesia. "Kami dan kita menagih janji proklamasi. Kita menagih secara bersama-sama untuk seluruh masyarakat, bukan hanya Muhammadiyah dan NU," tegasnya.
    Alasannya, seluruh kewenangan yang diberikan konstitusi kepada penyelenggara untuk kemaslahatan publik. Namun yang terjadi, kewenangan itu justru diingkari. "Justru digunakan untuk kepentinganya sendiri, bukan kemaslahatan publik," kesalnya.
    Makanya, Bambang mendukung gerakan yang dilakukan Pemuda Muhammadiyah bersama Indonesian Corruption Watch tersebut. "Gerakan ini harus terus berkembang. Harus didukung. Dukungan ini tidak boleh sampai disini," ungkapnya.
    Agar gerakan tersebut bisa meluas, Bambang mengingatkan ada tiga hal yang harus dilakukan.
    Pertama kekuatan tekad. "Hanya dengan kekuatan tekad kita bisa mengalahkan korupsi," ucapnya.
    Kedua, pentingnya konsolidasi gerakan dan fokus terhadap tujuan. "Ini bukan milik Pemuda Muhammadiyah saja, tapi harus bersemai di seluruh anak muda Indonesia.
    "Ketiga, dia mengingatkan, Pemuda Muhammadiyah jangan sampai lupa kepada Allah SWT. "Hadirkan dia dalam seluruh sikap dan tindakan kita. Insya Allah seluruh cita-cita kita akan terwujud," tandasnya. [red/rmol]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Pemuda Muhammadiyah Menulis Sejarah, Kelak Koruptor Tak Punya Nyali Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top