• Latest News

    Kamis, 12 Maret 2015

    IMM Prihatin Terhadap Kondisi Perempuan Indonesia



    Jakarta - Hari Perempuan Sedunia atau Hari Perempuan Internasional adalah sebuah hari spesial yang diperingati pada tanggal 8 Maret setiap tahun di berbagai negara. Tujuan dari peringatan Hari Perempuan Sedunia adalah untuk menghormati perempuan dan menghargai pencapaian perempuan di bidang politik, ekonomi dan sosial. 
    Bertempat di Bundaran Hotel Indonesia pada tanggal 08 Maret 2015 sekitar pukul 07:00 WIB pagi sampai pukul 10:00 WIB, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama organisasi mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Cipayung Plus adakan aksi damai bertepatan dengan International Women’s Day. Dalam Aksi tersebut secara umum IMM bersama Cipayung Plus menuntut penghentian terhadap diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan melalui perlindungan hukum dari negara.
    Selain itu juga meminta kepada media massa untuk mengurangi tayangan yang bersifat ekpolitatif terhadap tubuh perempuan. Kegiatan hari Perempuan Sedunia diisi dengan berbagai kegiatan yaitu orasi kebangsaan tentang perempuan Indonesia, teatrikal, juga aksi penandatangan spanduk oleh masyarakat Ibu Kota sebagai bentuk penolakan terhadap kekerasan terhadap perempuan. 
    Muntazimah Nasution (Ketua DPP IMM bidang Immawati/Perempuan) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi perempuan Indonesia. Menurutnya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia sangatlah tinggi seperti kekerasan seksual, pemerkosaan, trafficking dan juga kekerasan di dalam rumah tangga, “Sekalipun tinggi, tapi sayang sekali kebanyakan perempuan kita tidak berani untuk melaporkan kekerasan yang menimpa kepada dirinya itu, Ini merupakan masalah serius, tidak hanya dalam sekala nasional tetapi juga secara global.
    Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP IMM, Immawati Ela Nofitasari, yang sudah lama memiliki konsen di dalam isu-isu perburuhan internasional menyampaikan bahwa menurutnya pasca Masyarakat Ekonomi ASEAN diberlakukan, jasa tenaga kerja tidak akan bisa dibendung pergerakannya dari satu Negara ke Neaga lainnya, khususnya di ASEAN. Tenaga kerja perempuan Indonesia dituntut untuk memiliki kemampuan dan produtivitas yang tinggi untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja lainnya. “Namun sayang sekali, tenaga kerja perempuan kita kualitas pendidikannya masihlah rendah, saat bekerja di luar negri kebanyakan menjadi pembantu rumah tangga, yang terkadang diperlakukan dengan semena-mena. Ke depan harapannya tidak seperti itu, tapi kita bisa mengirimkan perempuan-perempuan yang ahli dalam teknologi ataupun bidang-bidang lainnya,” paparnya.[red/dppimm]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: IMM Prihatin Terhadap Kondisi Perempuan Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top