• Latest News

    Kamis, 26 Maret 2015

    Jangan Jadikan Aku yang Kedua!




    "Jadikan aku yang kedua", sebuah nukilan dari bait penggalan lagu yang cukup populer di tahun 2009. Lagu itu banyak diminati kalangan muda terutama yang lagi mabuk asmara, tapi terhalang cintanya karena suatu keadaan tertentu. Dari kalimatnya aja kita bisa menyimpulkan sendiri, antara hubungan cinta segitiga, atau cinta babak kedua. Boleh dibilang, bahasa ekstrimnya, aku mau jadi kekasihmu meskipun kamu "barang bekas".  Ups!
    Eh, tapi apa iya mau diduakan seperti itu? Faktanya, seorang pemuda rela bunuh diri atau membunuh orang hanya gara-gara diduakan cintanya. Dia nekad melakukan hal-hal tak logis daripada tersiksa dijadikan sosok kelas dua oleh orang yang disayanginya. Orang dimana-mana mintanya dijadikan nomor satu, nggak mau disisihkan. Itu sudah bagian dari tabiatnya.
    Nah, buat kamu yang masih memiliki nalar logis dan optimis, pasti yakin bahwa manusia atau makhluk pada umumnya secara egonya tak mau diduakan. Contoh real lainnya, kamu seorang murid berprestasi di kelas, selalu juara dan disematkan sebagai murid teladan. Kamu banggakan?! Pasti itu. Kamu pasti akan berusaha mempertahankan untuk menjadi yang pertama dan utama.
    Sebagai seorang muslim kita tahu, dimanapun berada dan kapanpun juga, paling utama dan selalu nomor satu adalah Allah Ta'ala. Setelah itu baru sesiapa saja yang berhak diutamakan sesuai urutan haknya. Kalau orangtua ya orangtua, kalau saudara ya saudara dan lain sebagainya. Yang pasti urutan obyek cinta itu tetap memiliki skala prioritasnya.
    Lalu, benarkah kita bisa selalu menjadi pertama dan utama? Bisa saja, asal tahu aja bahwa hukum timbal balik itu tetaplah berlaku. Kalau kita mengutamakan Allah Ta'ala, pasti Allah akan mengutamakan kita. Oleh karena itu kita perlu berlaku jujur pada diri sendiri. Apakah benar kita sudah mengutamakan Allah seutuhnya?
    Yuk, kita bisa deteksi dengan sistem prinsip minimalis.
    واذا سألك عبادي عني فاني قريب   (البقرة)
    Allah suka ketika diminta. Allah suka hambaNya berdoa. Bahkan bila hambaNya tidak meminta, Dia murka. Makanya, Allah mewasiatkan pada hambaNya, bahwa Dia begitu dekat, maka mendekatlah dengan mendo'a dan mengingatNya.
    Orang yang lagi jatuh cinta, umumnya berusaha dekat dan mendekati pada yang terkasih. Kalau kita cinta Allah, mustahil dong kita mengabaikanNya, melalaikan keberadaanNya atau bahkan bermaksiat.
    Sebagai seorang muslim, kita paham apa yang Allah sukai dan benci. Meski begitu sering kali kita lalai merasakan adanya perubahan pada diri kita, yang diam-diam mulai tidak setia padaNya. Kita hanya mendoa ketika butuh duit atau keinginan yang bersifat duniawi semata. Ayolah kita jujur pada diri sendiri dan koreksi. Kita perlu memastikan kalau memang menduakan Allah. Kenali tanda-tanda simpel untuk mendeteksi kesetiaan kita pada Allah. Antara lain,
    1. Shalat dan gadget
    Salah satu pertanda kita sudah mulai selingkuh adalah sikap yang mulai aneh, terutama yang berkaitan dengan perangkat komunikasi. Biasanya anak muda identik dengan gadget. Lalu ketika berhadapan pada dua hal untuk memilih, kecintaan akan membuktikan dari keputusan kita. Pilih gadget atau shalat. Kalau shalat yang lebih kita utamakan, bersyukurlah kita masih mengutamakan Allah. Kita tidak akan membiarkan ponsel mengalahkan kita.
    Tidak berhenti disitu, seorang terapis dan konsultan perkawinan Donna Tonrey mengungkapkan, banyak orang yang selingkuh ketahuan dari rekam jejak telepon selulernya. Entah itu dari rekam jejak, panggilan atau pesan pendek. Artinya, menduakan cinta pada kekasih saja bisa dideteksi apalagi pada Allah Ta'ala. Penggunaan ponsel untuk pacaran, main game atau internetan tiada kenal waktu.
    2. Pengajian atau nongkrong
    Pengajian memang membosankan. Isinya cuma itu-itu aja. Nggak ada seru-serunya dan yang pasti monoton. Terlepas dari benar tidaknya, pengajian isinya siraman rohani dan tausiyah. Kalau level mencari ilmu aja, sudah kita malas, bisa diprediksi kita sudah menduakan cintaNya. Mencari ilmu sama halnya mencari tahu cara mencintai Allah. Nah, caranya aja kita nggak mau bagaimana mau mencintai!?
    Nah loh, simple banget cara mendeteksinya, tapi mampukah kita setia pada Allah? Tak suka diduakan maka tidak menduakan cinta Allah? Olehnya, berdo'alah selalu padaNya untuk menguatkan cinta kita padaNya. [Ukasah Habiby]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Jangan Jadikan Aku yang Kedua! Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top