• Latest News

    Sabtu, 04 April 2015

    Menalar Logika Syiah



    Oleh: Muhammad Rifqi Arriza

    Tulisan ini adalah resume dari seminar tentang “Syiah dan Problematika Takfir”, yang diampu oleh Syekh Toha Hubaisyi, dosen senior jurusan filsafat dan akidah Islam Univ. al-Azhar. Di samping ingin menyumbang cara pandang terhadap sekte Syiah, tulisan ini juga dibuat untuk menjaga warisan ilmu yang diberikan oleh Syekh Toha. Karena sering kali, buku catatan kita hilang, tak terhiraukan, karena perhatian kita terkuras oleh gadget-gadget canggih dengan segudang fiturnya.
    Pada beberapa titik, saya juga akan menukil pendapat Dr. Imarah dalam konteks ini. Dari buku beliau “Haqaiq wa Syubuhat hawla al-Sunnah wa al-Syiah”, atau hasil pertemuan secara langsung beberapa waktu kemarin. Dan tentunya, akan ada satu-dua analisa dari saya pribadi juga perluasan makna dari apa yg telah disampaikan Syekh Toha.
    Tulisan ini tidak diharapkan menjadi alasan memutus silaturahim dengan teman sejawat penganut Syiah, atau bahkan mengeluarkan mereka dari Islam (kecuali bagi yang telah menuhankan Imam Ali radhiallahu'anhu). Di luar semua perbedaan, kita masih sama-sama muslim. Bertuhankan Allah, mengakui kenabian Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam. Jika terpaksa jengah dengan pandangan agama mereka, hendaknya kita tetap menjaga ukhuwah, setidaknya sebagai manusia. 
    Semoga tulisan ini dapat menambal celah pengetahuan kita semua dalam “menalar logika Syiah”. 


    Hanya Karena Politik!
    Setelah menjelaskan bahwa perpecahan umat termasuk takdir dan kehendak Allah dengan segala hikmah yang terkandung di dalamnya, kita ketahui maupun tidak (al-Nahl: 93), Syekh Toha menekankan bahwa mahasiswa Azhar harus menyikapi segala sesuatu dengan “gaya Azhar”, yaitu secara ilmiah. Tidak hanya ikut-ikutan, atau suka dan benci secara membabi buta.
    Syekh Toha membuka pembicaraan tentang Syiah dengan menegaskan bahwa Khawarij dan Syiah muncul karena politik an sich! Tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama. Yaitu pasca negosiasi antara sahabat Abu Musa al-Asyari dan Amru bin Ash, radhiyallahu ‘anhum.
    Hal ini beliau tegaskan berkali-kali selama seminar. Syekh Toha menjelaskan; titik tolak pandangan agama sekte Syiah adalah kepentingan politik, yaitu al-imamah. Adapun pandangan-pandangan keagamaan mereka dalam beberapa hal, semuanya lahir untuk menguatkan argumen mereka di atas.


    Skema Logika Beragama Syiah

    Al-imamah  =>  ‘ishmatul aimmah   =>  al-bida’  =>  takfir al-shahabah  =>  ‘adama shihhati al-sunnah al-nabawiyah

    1# al-Imamah
    Syekh Toha menerangkan, bahwa Syiah meyakini bahwa imam Ali telah dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. sebagai khalifah Nabi setelah wafat. Hal ini dikuatkan dengan beberapa nas yang tersurat (jelas) maupun tersirat.
    Hal ini beliau bantah, karena klaim “telah dipilih Allah Subhanahu wa Ta’ala” mengartikan bahwa hal itu bersifat wahyu, taken for granted. Jika sudah wahyu dari Allah, tidak mungkin para sahabat melakukan musyawarah di Saqifah Bani Saidah, dan bahkan imam Ali dan Zubair bin Awwam juga membaiat Abu Bakar, sang khalifah terpilih.
    Syekh Toha mengangkat riwayat Ibnu Khuzaimah yang dinukil Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa al-Nihayah tentang baiat dua ahli bait Nabi ini. Syekh Toha menceritakan, bahwa setelah proses pemakaman Nabi selesai, Zubair bin Awwam –sepupu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam dari bibi beliau; Shafiyyah- dipanggil ke masjid oleh Abu Bakar yang saat itu telah dipilih sebagai khalifah. Sesampai di masjid, khalifah bertanya; wahai Zubair, apakah engkau tidak membaiatku sehingga umat akan berpecah belah? (perhatikan bobot pertanyaan Abu Bakar) Zubair menjawab; bukannya aku tidak mau, tapi aku belum ditanya –dimintai pendapat-! (cara pandang syura) Baiklah, sekarang aku baiat kepadamu!
    Setelah itu, Abu Bakar juga memanggil Ali. Dan terjadilah perbincangan yang kurang lebih sama dengan tanya jawab antara Abu Bakar dan Zubair di atas.
    Jika memang Ali telah dipilih Allah sebagai khalifah, tentu Ali tidak akan mau mengakui kepemimpinan Abu Bakar. Karena hal itu berarti mengingkari wahyu. Fa taammal!

    2# Ishmatul Aimmah
    Terjemah bebasnya; kemaksuman para imam mereka, tidak mungkin berlaku salah. Pandangan ini tidak lain adalah penopang pandangan Syiah sebelumnya, al-imamah. Bahwa jika imamah memang “turun dari langit”, maka ia wajib dilaksanakan. Tapi bagaimana jika sang Imam Pilihan Langit salah berijtihad? Masalah dunia maupun agama. Oleh karena itu, kaum Syiah membuat “terobosan baru” dalam agama untuk mensiasati hal ini. bahwa para imam itu maksum, tidak mungkin melakukan kesalahan dalam keputusan maupun tindakan.
    Pada masa sekarang, mungkin dapat kita lihat pada fenomena wilayatul faqih mereka. Bahwa seorang faqih yang mempunyai otoritas tertinggi itu adalah ‘perwakilan’ Imam Mahdi yang kedatangannya selalu ditunggu. Walhasil, semua perintahnya harus ditelan mentah-mentah, segala keputusannya harus dilaksanakan tanpa kritikan.

    3# al-Bida’
    Yaitu meyakini bahwa Allah sebelumnya tidak mengetahui suatu hal, baru tahu di kemudian waktu. Istilah kerennya; al-zuhur ba’da al-khafa’ dan al-‘ilmu ba’da al-jahli.
    Maksudnya? Pandangan agama seperti ini diambil oleh Syiah untuk membenarkan kesalahan-kesalahan yg mungkin muncul dari para imam mereka. Walaupun sebelumnya mereka sudah menanamkan kaidah kemaksuman bagi para imam. Tapi tentu, sebagai manusia biasa, para imam tersebut tidak akan luput dari kesalahan, secara logika maupun agama. Inilah yang ingin ditanggulangi oleh Syiah.

    4# Takfir al-Shahabah
    Mengkafirkan para sahabat. Hal ini ditempuh, jika ada perbedaan pendapat antara para imam mereka dan sahabat. Menariknya, menurut Dr. Imarah, dari 124 ribu sahabat, hanya 4, 5 orang atau lebih yang selamat dari pengkafiran, cela, tuduhan munafik dan sebagainya.

    5# ‘Adamu Shihhati al-Sunnah al-Nabawiyah
    Jika para sahabat Nabi (kecuali beberapa) tidak ada yang selamat dari takfir dan tuduhan kerendahan akhlak, tentu anda tahu efek tidak langsungnya kepada sunah bukan? Karena hadis  adalah seluruh perkataan, perbuatan dan persetujuan Nabi, yang diriwayatkan dari generasi ke generasi, dari zaman sahabat hingga zaman para imam ahli hadis yang menuliskannya dalam buku (kutub al-sunnah).
    Jika para perawi dari sahabatnya tidak ada yg lulus fit and proper test sebagai rawi yg diterima, tentu seluruh hadis dari mereka akan tertolak kevalidannya, tidak diakui keotentikannya. Konsekwensinya, mayoritas aturan agama kita tidak otentik, dan harus dirombak ulang.
    Konsep-konsep akidah, hukum-hukum fikih, dan tuntunan akhlak. Khususnya fikih, konsekwensi dari dua konsep terakhir Syiah di atas adalah aturan ibadah kita selama ini salah total. Kaidah muamalah kita harus dibuat ulang. Apalagi hudud dan jinayah.
    Trus, kaum Syiah mengambil konsep akidah dan hukum fikih dari siapa? Syekh Toha memaparkan, bahwa hampir dalam seluruh konsep akidah, Syiah mengambil dari Muktazilah. Tidak percaya? Anda bisa buktikan sendiri. Bahkan Dr. Imarah mengisahkan dalam bukunya, bahwa Desertasi beliau berbicara tentang keterkaitan akidah Syiah dan Muktazilah. Sayangnya, saya lupa dalam tema apa.
    Adapun dalam fikih, Syiah murni mengambil dari pendapat para imam mereka. Dalam hal ini, banyak yang dapat kita tolerir. Bahkan ulama kita mengakui keabsahan mazhab fikih Jakfariah (nisbah kepada imam Jakfar al-Shadiq) dan mazhab fikih Zaidiyah. Tentunya ada beberapa hal tertentu yg juga tidak bisa ditolerir, seperti fikih mereka dalam konteks nikah mut’ah.


    Menyoal “Taqrib Baina al-Sunnah wa al-Syiah”
    Pada seminar yang lalu, syekh Toha memang tidak banyak membahas kemungkinan pendekatan antara Sunni dan Syiah. Saya dapatkan beberapa pandangan mengenai hal ini dari Dr. Imarah, yg menurut saya patut kita renungkan, atau jika perlu didiskusikan kembali.
    Menurut Dr. Imarah, satu-satunya jalan untuk mendekatkan kembali antara dua kubu besar umat Islam ini adalah menghilangkan terma takfir dari kedua belah pihak. Syiah hendaknya melihat kembali pandangan mereka dalam hal ini, dan selanjutnya dapat “memutihkan” buku-buku rujukan asasi mereka yang dengan vulgar mengkafirkan banyak sahabat.
    Sebaliknya, dari pihak Sunni, diakui atau tidak, ada satu kelompok yang berlebih-lebihan dalam menyikapi keberadaan Syiah. Sehingga dengan enteng mengatakan; Syiah bukan Islam. Padahal jika mau menulusuri (sejauh pembacaan saya), tidak ada ulama mutaqaddimin yang dengen tegas menyatakan bahwa Syiah adalah kafir, di luar Islam. Paling maksimal, mereka menyatakan bahwa Syiah itu sesat, dengan argumen-argumen kuat yang menyertainya.
    Tapi ada yg unik jika melihat perjalanan proyek PDKT antara Sunni-Syiah ini. Menurut penuturan Dr. Imarah, walaupun syekh Syaltout dan mayoritas ulama Sunni menegaskan bolehnya beribadah menggunakan mazhab jakfari, tidak ada satu pun statemen atau praktik dari Syiah untuk menegaskan keabsahan ibadah menggunakan mazhab imam empat (Hanafi, Maliki, Syafii dan Hanbali).
    Memang ada satu-dua manuver dari Syiah yang patut kita apresiasi, seperti risalah Amman tahun 2006 dan fatwa Ayatullah Khamaeni untuk tidak menghina sayyidah Aisyah ra. Khusus tentang fatwa Khamaeni, ada satu video saat syekh Ahmad Tayyib (Grand Syekh Azhar) ditanya komentarnya tentang hal ini, beliau menjawab datar. Saya seperti menangkap kekhawatiran praktik taqiyah dari beliau.
    Memang, banyak ulama yang mengaku “kapok” dalam mensukseskan proyek taqrib ini. Contoh kongkritnya adalah Syekh Qaradawi. Dr. Imarah juga mengaku sempat dekat dengan Iran dan beberapa ulama Syiah, tapi setelah mereka tahu sikap beliau, akhirnya beliau dijauhi dan tidak mendapatkan simpati lagi.


    Jadi, Solusinya?
    Ada satu solusi yang ditulis oleh Dr. Imarah dalam bukunya tentang hubungan Sunni-Syiah ini. Solusi ini saya amini, dan menurut saya memang win-win sollution. Yaitu hendaknya kaum Sunni tidak menyebarkan pahamnya di tengah komunitas mayoritas Syiah (Iran misalnya), dan juga kaum Syiah tidak menyebarkan pahamnya di tengah komunitas mayoritas Sunni (mayoritas negara Islam). Wallahu A’lam bi al-Shawab. [pcimmesir]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 komentar:

    1. IMAM MAHDI MENYERU:
      BENTUKLAH PASUKAN FI SABILILLAH DISETIAP DESA
      SAMBUTLAH UNDANGAN GUBERNUR MILITER ISLAM

      Untuk para Rijalus Shaleh dimana saja kalian berada,
      bukankah waktu subuh sudah dekat? keluarlah dan hunuslah senjata kalian.

      Firman Allah: at-Taubah 38, 39
      Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu jika dikatakan orang kepadamu: “Berperanglah kamu pada jalan Allah”, lalu kamu berlambat-lambat (duduk) ditanah? Adakah kamu suka dengan kehidupan didunia ini daripada akhirat? Maka tak adalah kesukaan hidup di dunia, diperbandingkan dengan akhirat, melainkan sedikit
      sekali. Jika kamu tiada mahu berperang, nescaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih dan Dia akan menukar kamu dengan kaum yang lain, sedang kamu tiada melarat kepada Allah sedikit pun. Allah Maha kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

      Firman Allah: al-Anfal 39
      Dan perangilah mereka sehingga tidak ada fitnah lagi, dan jadilah agama untuk Allah.

      Peraturan dan undang-undang ciptaan manusia itu adalah kekufuran, dan setiap kekufuran itu disifatkan Allah sebagai penindasan, kezaliman, ancaman, kejahatan dan kerusakan kepada manusia di bumi.

      Allah Memerintahkan Kami untuk menghancurkan dan memerangi Pemerintahan dan kedaulatan Sekular-Nasionalis-Demokratik-Kapitalis yang mengabdikan manusia kepada sesama manusia karena itu adalah FITNAH

      Firman Allah: al-Hajj 39, 40
      Telah diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, disebabkan mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka itu. Iaitu
      orang-orang yang diusir dari negerinya, tanpa kebenaran, melainkan karena mengatakan: Tuhan kami ialah Allah

      Firman Allah: an-Nisa 75
      Mengapakah kamu tidak berperang di jalan Allah untuk (membantu) orang-orang tertindas. yang terdiri daripada lelaki, perempuan-perempuan dan kanak-kanak .
      Dan penindasan itu lebih besar dosanya daripada pembunuhan(al-Baqarah 217)

      Firman Allah: at-Taubah 36, 73
      Perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagai mana mereka memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahawa Allah bersama orang-orang yang taqwa. Wahai Nabi! Berperanglah terhadap orang-orang kafir dan munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka.

      Firman Allah: at-Taubah 29,
      Perangilah orang-orang yang tidak beriman, mereka tiada mengharamkan apa yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (iaitu) diantara ahli-ahli kitab, kecuali jika mereka membayar jizyah dengan tangannya sendiri sedang mereka orang yang tunduk..

      Bentuklah secara rahasia Pasukan Jihad Perang setiap Regu minimal dengan 3 Anggota maksimal 12 anggota per desa / kampung.
      Siapkan Pimpinan intelijen Pasukan Komando Panji Hitam secara matang terencana, lakukan analisis lingkungan terpadu.

      Apabila sudah terbentuk kemudian Daftarkan Regu Mujahid
      ke Markas Besar Angkatan Perang Pasukan Komando Bendera Hitam
      Negara Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu

      Mari Bertempur dan Berjihad dalam Naungan Pemerintah Khilafah Islam, berpalinglah dari Nasionalisme (kemusyrikan)

      Masukan Kode yang sesuai dengan Bakat Karunia Allah yang Antum miliki.

      301. Pasukan Bendera Hitam
      Batalion Pembunuh Thogut / Tokoh-tokoh Politik Musuh Islam

      302. Pasukan Bendera Hitam Batalion Serbu
      - ahli segala macam pertempuran
      - ahli Membunuh secara cepat
      - ahli Bela diri jarak dekat
      - Ahli Perang Geriliya Kota dan Pegunungan

      303. Pasukan Bendera Hitam Batalion Misi Pasukan Rahasia
      - Ahli Pelakukan pengintaian Jarak Dekat / Jauh
      - Ahli Pembuat BOM / Racun
      - Ahli Sandera
      - Ahli Sabotase

      304. Pasukan Bendera Hitam
      Batalion Elit Garda Tentara Khilafah Islam

      305. Pasukan Bendera Hitam Batalion Pasukan Rahasia Cyber Death
      - ahli linux kernel, bahasa C, Javascript
      - Ahli Gelombang Mikro / Spektrum
      - Ahli enkripsi cryptographi
      - Ahli Satelit / Nuklir
      - Ahli Pembuat infra merah / Radar
      - Ahli Membuat Virus Death
      - Ahli infiltrasi Sistem Pakar

      email : seleksidim@yandex.com atau
      email : angsahitam@inbox.com

      BalasHapus
    2. WILAYAH KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

      Bismillahir Rahmanir Rahiim

      MARKAS BESAR ANGKATAN PERANG
      KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU
      MENERBITKAN SURAT SECARA RESMI
      NOMOR : 1436H-RAJAB-02

      PETA ASAL WILAYAH
      KHILAFAH ISLAM AD DAULATUL ISLAMIYAH MELAYU

      Maha Suci Allah yang di tangan-Nya Kekuasaaan Pemerintahan atas segala
      sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
      Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala Kerajaan, dan Dia Maha
      Kuasa atas segala sesuatu,
      Wahai Rabb Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi maupun Kerajaan yang Ada
      diantara Keduanya, Sesunggunya Engkau Maha Kuasa atas Segala Sesuatu yang Engkau Kehendaki.

      Wahai Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
      Hamba memohon Ampun dan Kasih Sayang-Mu,
      Kami Hamba-Mu yang Dhoif Mohon Izin untuk melakukan Ijtihad Syiasah

      Allaahumma sholli alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa shol
      laita alaa aali Ibroohiim ,
      wa baarik alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad kamaa baarokta alaa aali
      Ibroohiim fil aalamiina innaka hamiidum majiid.

      Pada Hari Ini Hari Isnain 1 Rajab 1436H
      1. Kami sampaikan Kabar Gembira bahwa Asal Mula wilayah
      Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah Melayu adalah dari Sabang hingga
      Maurake

      2. Wilayah Negeri dari Sabang hingga Mauroke yang dihuni oleh Umat
      Islam yang Sholeh-sholeh kami beri Namanya sesuai dengan Hadist
      Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam Menjadi Wilayah Negeri Syam.

      3. Peta Wilayah Indonesia Kami Hapus diganti dengan Nama Wilayah Syam (Negeri
      Ummat Islam Akhir Zaman)

      4. RI bubar dan Hilang, Berganti Nama Organisasi Penyamun Indonesia (OPI)

      Kepada para Alim Ulama cerdik cendikia Islam, Mari bersama-sama kita
      tegakkan Islam dan menjadikan AlQuran dan As Sunnah Rasulullah SAW
      menjadi satu-satunya sumber hukum yang berkuasa di Wilayah Syam.

      Umat Islam tidak layak untuk hidup tentram di-RI,
      RI adalah bagian dari Negara Zionis Internasional, Negara Dajjal.

      Khilafah Islam Ad Daulatul Islamiyah (Melayu) menghimbau melalui
      Aqidah Islam bahwa Semua Negara binaan Dajjal adalah Jibti dan Thagut
      yang harus dihancurkan, bukan menjadikannya tempat bernaung dan merasa
      hidup tentram di dalamnya sampai akhir hayat.

      Akhir Zaman adalah Masa-nya seluruh umat islam harus berperang melawan
      Zionis Internasional yang di Komandoi Israel. Waktu akan kian mendekat
      Maka Umat Islam secara terpaksa atau secara ikhlas menjadi dua
      gelombang besar wala kepada Zionis atau wala kepada Islam.

      Bila Umat Islam yang berada di Wilayah Negeri Syam ridha pasrah dan
      tunduk dibawah Tekanan OPI (organisasi Penyamun Indonesia), maka
      bersiaplah menjadi negeri yang mengerikan.

      Dan betapa banyak penduduk negeri yang mendurhakai perintah Tuhan
      mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan
      hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.
      (Qs. At-Thalaq :8)

      Dan demikianlah Kami jadikan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat
      yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan
      mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka
      tidak menyadarinya. (Qs. Al-an am : 123)

      Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-
      negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
      pedih lagi keras. (Qs. Huud:102)

      Dan berapa banyak penduduk negeri yang zalim yang teIah Kami
      binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain sebagai
      penggantinya. (Qs. Al-Anbiyaa:11)


      Hai orang-orang beriman, perangilah orang-orang Kafir (OPI) yang ada
      disekitar kamu, hendaklah mereka merasakan keganasan darimu,
      ketahuilah Allah bersama orang-orang yang bertaqwa (Qs. At-Taubah:123)

      ..dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun
      memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta
      orang-orang yang bertakwa. (Qs. At-Taubah:36)

      PANGLIMA PERANG PASUKAN KOMANDO PANJI HITAM
      Kolonel Militer Syuaib Bin Sholeh
      angsahitam@inbox.com

      BalasHapus

    Item Reviewed: Menalar Logika Syiah Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top