• Latest News

    Kamis, 28 Mei 2015

    Rektor UMM: Jilbab TNI Tidak Akan Ganggu Kinerja


     
    Solo - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal M. Fuad Basya menjelaskan ketakutan akan menurunnya soliditas jika Wanita TNI diperbolehkan berjilbab. Penurunan soliditas antar prajurit ini karena perbedaan pakaian tersebut.
    Menanggapi hal tersebut, Pengamat Militer yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa penggunaan jilbab bagi TNI adalah sebagian dari pelaksanaan hak dalam berkeyakinan. 
    "Saya kira pemakaian jilbab tidak akan mengganggu dan tidak akan ada diskriminasi dalam kaitannya dengan melaksanakan tugasnya di TNI," ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telpon, Kamis (28/05/2015).
    Meskipun begitu Muhadjir juga optimis penggunaan jilbab bagi TNI tetap harus sesuai dengan aturan yang ada. Pihaknya mendesak kepada para pemegang kebijakan untuk segera merealisasikan aturan jilbab bagi TNI tersebut.
    "Mestinya legislatif dalam hal ini DPR segera merespon apa yang diwacanakan dari Jenderal Muldoko agar segera bisa dibahas di DPR dan selalnjutnya dieksekusi pada level yang lebih rendah, sehingga bisa segera direalisasikan," jelasnya.
    Muhadjir berharap fraksi-fraksi partai Islam di DPR segera merespon agar wanita TNI yang beragama Islam bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim yang taat untuk mengenakan jilbab.
    Dalam pesannya, Muhadjir berharap para wanita TNI yang mendambakan untuk berjilbab bisa menyampaikan usulannya kepada Panglima TNI, "jangan hanya pasif menunggu," ujarnya mengakhiri.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Rektor UMM: Jilbab TNI Tidak Akan Ganggu Kinerja Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top