• Latest News

    Selasa, 12 Mei 2015

    Resiko Bencana Tinggi Muhammadiyah Gresik Pelopori Rumah Sakit Siaga Kedaruratan dan Bencana



    Gresik – Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik (RSMG) berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pertolongan kegawatdaruratan melalui pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS). Dengan BTCLS,  pasien gawat darurat seperti korban kecelakaan dan serangan jantung akan mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, cermat, dan akurat. Demikian disampaikan dr. Imelda Rusli mewakili Direksi RS Muhammadiyah Gresik pada pembukaan pelatihan yang dilaksanakan pada 5 – 9 Mei 2015, di Hotel Sapta Nawa.
    Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 32 tenaga medis dari RS Muhammadiyah Gresik dan beberapa orang dari RSUD Ibnu Sina, PKU Muhammadiyah Dukun, dan RS PKU Muhammadiyah Sekapuk. Fasilitator dalam pelatihan ini adalah tim dari Ambulans Gawat Darurat (AGD) 118 dan RS Muhammadiyah Lamongan sebagai RS yang sebelumnya menjalani program serupa dan berkesinambungan hingga kini.
    Pelatihan BTCLS sendiri merupakan salah satu rangkaian kegiatan program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana atau Hospital Preparedness and Community Readiness for Emergency and Disaster  (HPCRED) yang dilaksanakan dari Januari – Desember 2015 mendatang. Program HPCRED  diinisiasi oleh Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Australia-Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR).
    Tujuan dari program HPCRED ini agar saat darurat dan terjadi bencana, rumah sakit dapat menangani berbagai kemungkinan. Sebagaimana diketahui, Gresik memiliki resiko bencana banjir, kebakaran, dan kecelakaan industri yang cukup tinggi. “Semoga program ini menjadi awal baik untuk pengembangan manajemen penanggulangan bencana kluster kesehatan di Gresik”, demikian harapan Kepala BPBD Gresik, Abu Hassan, dalam sambutannya.
    Di samping memperkuat RS, program HPCRED melibatkan peran serta masyarakat di sekitar rumah sakit untuk dapat berperan saat terjadi kejadian darurat. Didukung oleh sistem dan koordinasi yang kuat dengan berbagai pihak, khususnya yang berperan dalam penanganan bencana di bidang kesehatan, seperti Dinas Kesehatan dan BPBD Gresik, maupun dari internal seperti Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PW Muhammadiyah Jawa Timur, PD Muhammadiyah Gresik, dan LPB Muhammadiyah Gresik yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. [infogresik]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Resiko Bencana Tinggi Muhammadiyah Gresik Pelopori Rumah Sakit Siaga Kedaruratan dan Bencana Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top