• Latest News

    Jumat, 22 Mei 2015

    Sejarah PCIM Taiwan


    Pra PCIM Taiwan: Muhammadiyah Taiwan
    Menuliskan sejarah Muhammadiyah di Taiwan, bagaikan menyusun kembali puing-puing peristiwa yang telah berlalu, mengumpulkan jejak-jejak para pendahulu. Entah harus darimana memulainya, namun cahaya Muhammadiyah di Taiwan sudah ada sebelum penulis datang di negeri ini pada pertengahan Agustus 2013. Muhammadiyah hadir seiring dengan kedatangan para kadernya di bumi Formosa. Bukti sejarah bisa kita lacak lewat teknologi informasi, nama-nama seperti Agus S. Muntohar (mahasiswa NTUST-Taipei), Yordan Gunawan dan Mungki Rahadian (mahasiswa NCKU Tainan) adalah assabiqunal awwalun Muhammadiyah Taiwan. Dari sebuah mailing list (milist) bernama Muhammadiyah Taiwan, ide dan gagasan berdirinya PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhamamdiyah) Taiwan sudah lama ada, bahkan ide-ide kegiatan sudah dipaparkan dengan sangat jelas. Pendataan kader juga sudah mulai dilakukan, terhitung pada periode tersebut (2007-2008) selain 3 nama di atas ada juga nama-nama seperti Dedi Santosa (AU-Taichung), Retno (Danshui), Setyabudi (NCU-Taoyuan), Ali Mutashowifin, dan Samsul Anwar (Tainan). Namun, setelah 14 Februari 2008 praktis tidak terdeteksi lagi koordinasi tentang Muhammadiyah Taiwan lewat milist tersebut, mungkin disebabkan oleh kesibukan akademik dan aktivitas lain dari para kader Muhammadiyah Taiwan saat itu atau sudah semakin banyaknya kader yang harus kembali ke tanah air karena telah selesai masa studinya.

    Periode 2012-2013 menjadi babak baru bagi perjalanan Sang Surya di bumi Formosa, yang kelak akan menjadi bumi cinta kami, yang akan bisa kami ceritakan kepada anak cucu kami dan InshaAllah akan menjadi bukti kami di hadapan Allah nanti, bahwa sungguh telah kami sampaikan risalah Islam dengan segala daya dan upaya. Takdirlah yang akhirnya mempertemukan kami, generasi kedua Muhammadiyah di tanah ini, saudara seiman dan seperjuangan. Diawali oleh kedatangan Rosyidah (Alumni IMM Universitas Brawijaya – Malang) yang saat itu menimba ilmu di National Chiayi University awal September 2012, disusul kemudian Andi Azhar (Alumni UMY, saat ini di Asia University) pada 23 Februari 2013, dan pada 16 Agustus 2013 alumni IMM Universitas Brawijaya-Malang lainnya, Ahmad Hanif Firdaus dan Ananda Insan Firdausy (keduanya mengambil master di National Central University) menyusul untuk hadir di bumi Allah bernama Taiwan ini. Keempat kader ini lalu bertemu dalam bingkai ukhuwah, menyamakan cita-cita, akan berdirinya Muhammadiyah di Taiwan.

    Koordinasi perdana dilakukan secara online via Skype, pada pekan pertama bulan September 2013, yang dihadiri oleh Ahmad Hanif Firdaus, Andi Azhar, dan Rosyidah yang menghasilkan beberapa keputusan yakni mengadakan kajian online dwi mingguan via Skype sebagai media syi’ar dan mengoptimalkan gerak Muhammadiyah Taiwan lewat social media. Hasil koordinasi malam itu langsung ditindak lanjuti dengan pembuatan akun email, facebook, dan twitter Muhammadiyah Taiwan dan menjadwalkan Kajian Online Muhammadiyah Taiwan (KOMAT) perdana untuk tanggal 22 September 2013 yang akhirnya disi oleh Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed (Sekretaris PP Muhammadiyah) dengan tema Iman dan Amal Sholih (Konsep Teologi Al Maun) dan menggandeng Radio Muhammadiyah (www.radiomu.web.id) untuk bisa turut menyiarkan kajian online kami.

    Publikasi secara gencar lewat social media (sosmed) ternyata membawa dampak yang luar biasa. Berkat perkenalan melalui sosmed juga seorang kader akhirnya bergabung bersama barisan dakwah ini, adalah Mohammad Adam Jerussalem (Wakil Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah DIY 2010-2014) yang juga seorang Dosen di FT UNY. Saat ini tengah menempuh Program Doktoral di National Taiwan University Science and Technology (NTUST, Taipei). yang hadir pertama kali di Taiwan pada awal September 2013.



    Naskah Deklarasi PCIM Taiwan

    Pada periode September 2013-Januari 2014, beberapa kegiatan kecil berhasil kami lakukan, dimana fokus kegiatan tersebut adalah mensyiarkan keberadaan Muhammadiyah Taiwan di bumi Formosa. KOMAT manjadi program andalan kami hingga terhitung selama periode tersebut telah terselenggara 13 kali kajian dengan pemateri diantaranya Prof. Dr. Din Syamsuddin, Buya Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Dr, Agung Danarto, dr. Agus Sukaca, Wawan Gunawan Abd. Wahid, Lc, MAg, Asep Sholahuddin, Fathurrahman Kamal, Lc, MSi, Dadang Syaripudin MAg, Anang Rikza Masyhadi, Lc. Dll.
    Selain menggandeng Radio Muhammadiyah, kami juga menjalin kerjasama dengan sebuah stasiun radio di Kota Yogyakarta, yakni Saka FM Jogja untuk turut bisa merelay kajian online kami lewat jaringan radio FM dan bekerjasama sama dengan kawan-kawan Muhammadiyah di Turki.

    Benar saja, dengan syiar Muhammadiyah melalui sosmed dan Kajian KOMAT secara berkala 2 pekan sekali ini, membangkitkan beberapa kader dan warga Muhamamdiyah di Taiwan yang selama ini tidak mengenal satu sama lain. Atas berkat rahmat Allah SWT, perlahan namun pasti keberadaan Muhammadiyah Taiwan mulai diketahui banyak orang. Terhitung sampai pertengahan Januari 2014, kurang lebih ada 20-an kader yang siap bergabung. Mereka berasal dari pelajar maupun para pahlawan devisa. Cita-cita untuk mendirikan PCIM Taiwan menjadi sesuatu yang sepertinya tidak bisa ditawar lagi, desakan dan dukungan dari internal Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) maupun eksternal (KDEI Taipei – Taiwan) semakin menguat agar Muhammadiyah di Taiwan bisa segera melembaga secara formal di bawah koordinasi PP Muhammadiyah.
    SK PP Muhammadiyah tentang PCIM Taiwan 


    Deklarasi dan Pelantikan PCIM Taiwan 
    Berbekal koordinasi yang intensif dan syiar yang massif, serta hasrat untuk melembagakan dakwah Muhammadiyah Taiwan, maka para kader sepakat untuk mendeklarasikan adanya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan guna menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam melalui Muhammadiyah di tanah Formosa, Taiwan. Disepakati deklarasi ini pada hari Sabtu, 1 Rabi’ul Akhir 1435 H / 1 Februari 2014 M di rumah bapak Asiandi (Mahasiswa NCKU Tainan, Dosen UM Purwokerto). Deklarasi PCIM Taiwan ini dilakukan oleh 13 kader atas nama seluruh kader dan warga Persyarikatan di Taiwan yang berhalangan hadir yaitu; Ahmad Hanif Firdaus, Alia Sofiana, Ananda Insan Firdausi, Asiandi, Aulia Ulfah Farahdiba, Henik Rahayu, Mohammad Adam Jerusalem, Nurul Hidayah, Nurul Purborini, Rizal Dian Azmi, Rosyida, dan Yuanita Wulandari. Deklarasi pendirian PCIM Taiwan ini dibacakan oleh Mohammad Adam Jerusalem yang juga dipancarluaskan melalui RadioMu. Seusai Deklarasi PCIM Taiwan, kemudian dilanjutkan dengan rapat pembentukan pengurus dan penyusunan program dakwah PCIM Taiwan. Ketua dan sekretaris terpilih adalah Mohammad Adam Jerusalem dan Rosyidah untuk masa amanah 2014-2016.

    Melalui siding pleno, PP Muhammadiyah memutuskan terhitung sejak tanggal 25 Rabi’ul Akhir 1435 H / 25 Februari 2014 M menetapkan dan mengesahkan berdirinya Cabang Istimewa Muhammadiyah Taiwan yang berkedudukan di Taiwan yang luas lingkungan kerjanya meliputi seluruh wilayah negara Taiwan melalui SK PP Muhammadiyah No. 39/KEP/1.0/B/2014.
    Selang 3 bulan, PP Muhammadiyah melantik kepengurusan PCIM Taiwan periode pertama. Hadir Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto dan juga Sekretaris PP Muhammadiyah Marpuji Ali, MSi. Acara pelantikan ini dilakukan di aula Taipei Cultural Mosque dan dihadiri lebih dari 75 kader dan warga Muhammadiyah serta beberapa tamu undangan dari berbagai ormas Islam di Taiwan seperti PCINU, perwakilan RI di Taiwan (KDEI Taipei) juga Chinese Muslim Association (CMA). Pelantikan dilakukan oleh Ust. Marpuji Ali, M.Si untuk mengukuhkan dan meneguhkan dakwah Islamiyah melalui Muhammadiyah di Taiwan ini dan Ust. Dr. Agung Danarto memberikan nasihat untuk menjadi senantias menjaga ukhuwah Islamiyah.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sejarah PCIM Taiwan Rating: 5 Reviewed By: Muhammad Nasri Dini
    Scroll to Top