• Latest News

    Kamis, 09 Juli 2015

    Muhammadiyah Bukitduri Gelar Pengajian dan Buka Bersama



    JAKARTA – Dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiyah antar pengurus dan anggota serta jamaah ta’lim, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bukitduri, Tebet, Jakarta Selatan, mengadakan buka puasa bersama di Masjid Assudairi Muhammadiyah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
    Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PCM Bukit Duri, Ust. Unwanul Khoir, S.Ag mengatakan bahwa Muhammadiyah adalah sebuah organisasi atau alat untuk menyusun strategi dakwah dengan tujuan mencapai masyarakat Islam yang sebenarnya. Dalam kagiatannya Muhammadiyah adalah gerakan amar ma’ruf nahi munkar sehingga keberadaannya kini Muhammadiyah memiliki banyak asset seperti pergurun tinggi, rumah sakit, panti sosial dan sebagainya.
    “Kekayaan ini jangan sampai mubadzir , kita harus berdayakan semaksimal mungkin untuk kemajuan umat Islam,” katanya.
    Hal itu disampaikan dalam ceramah Ramadhan buka bersama PCM Bukit Duri di Masjid Asudairi Muhammadiyah Bukit Duri, Tebat Jakarta Selatan, Ahad (5/7/2015).
    Menurutnya, asal mula gerakan sosial ini adalah pada oktober 1905, H. Samanhudi mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI) sebagai pelopor gerakan Islam dan pada 1911 berubah nama menjadi Serikat Islam (SI), namun secara bersamaan pada 1905 juga terbentuk  Jamiatul khoir di Tanahabang, Jakarta Pusat dan  KH. Ahmad Dahla ikut bergabung dalam organisasi tersebut.
    Terinspirasi dari pengalaman di organisasi itulah, akhirnya pada 1912 KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyyah, inilah cikal bakal gerakan sosial keagamaan yang mampu menggetarkan penjajahan Belanda dan merubah paradigma masyarakat Muslim pada saat itu, sehingga keberadaanya menggemparkan tokoh masyarakat, ulama, pejabat dan para pejuang kemerdekaan.
    Ia mengatakan, bahwa dari sinilah terjadi awal mula amal usaha pendidikan yang digalakan oleh KH Ahmad Dahlan melalui Masjid dan Langgar,  bahkan ketika itu Masjid  yang dibangunnya dirobohkan, olah sekelompok masyarakat yang menuduh KH Ahmad Dahlan Kafir pembawa ajaran sesat.
    Selain itu, Muhammadiyah juga dianggap oleh masyarakat luar sebagai agama tersendiri, sehingga dalam perjalanannya banyak rintangan dan gangguan yang berat. Namun seiring perkembangan jaman dan kesadaran masyarakat semakin meningkat, akhirnya Muhammadiyah diterima secara luas dan kini menjadi ormas terbesar di Indonesia.
    Sementara terkait adanya konflik aliran Ahmadiyah di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Ketua PCM Bukit Duri, Drs. Yunus Kamil menyatakan bahwa konflik yang terjadi, karena adanya kekhawatiran masyarakat atas keberadaan aliran Ahmadiyah tersebut yang secara terang terangan melakukan peribadatan tersendiri dan pengajian secara tersembunyi, sehingga mengundang keresahan masyarakat akan bahaya aliran sesat Ahmadiyah.
    “Masyarakat tentu sangat serah dan khawatir, karena secara akidah, Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabinya, inilah kesesatannya sehingga muncul konflik tersebut,” kata Yunus Kamil usai acara buka bersama tersebut.
    Ia mengatakan, bahwa sikap tegas Muhammadiyah tidak diragukan lagi, Ahmadiyah adalah aliran Islam yang sesat dan keberadaannya maupun penyebaran dakwahnya harus dilarang di Indonesia, bahkan diseluruh dunia.
    “Dalam hal ini PCM Bukit Duri akan selalu memantau dan mengupayakan agar segala kegiatan  Ahmadiyah di Bukit Duri bisa dihentikan dan kembali kepada pemahaman yang benar,” tegas Yunus Kamil.
    Ia berharap, agar tokoh masyarakat, ulama dan ormas atau lembaga serta masyarakat luas saling bekerjasama dan berkoordinasi atas bahaya ajaran sesat Ahmadiyah di Bukit Duri tersebut, sehingga terbebas dari aliran sesat dan menyesatkan. [gema]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Muhammadiyah Bukitduri Gelar Pengajian dan Buka Bersama Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top