• Latest News

    Jumat, 07 Agustus 2015

    Di Balik Muktamar Muhammadiyah: Solidaritas Tolikara


    MAKASSAR – Ada satu hal unik dari pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar. Karena selain menjalankan agenda-aganda yang sudah direncanakan oleh panitia, ada 'agenda dadakan' yang sukses digelar. Ketika sidang pleno Muktamar berlangsung, tiba-tiba panitia menyodorkan kotak penggalangan dana. Setiap Muktamirin pun spontan menyumbang hingga terkumpul dana segar sebanyak Rp 70.151.000. 
    Wakil Ketua III Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Papua Hasan Samay dengan lantang memaparkan segala hal yang telah terjadi di ranah Papua, termasuk pasca insiden Tolikara. Hasan dengan tegas meminta kepada Muktamirin yang hadir di ruang sidang kampus Universitas Muhammadiyah, untuk mengumpulkan dana Rp 10.000 per satu orang. Sumbangan tersebut nantinya akan disalurkan kepada masyarakat Muslim Tolikara guna membangun masjid yang terbakar.
    Mendengar permintaan ini, panitia dengan spontan meminta agar mahasiswa yang membantu mereka berkeliling dan mengambil sumbangan dari para Muktamirin. Bermodalkan kardus bekas air mineral, belasan mahasiswa kemudian menyebar untuk mengumpulkan sejumlah uang dari muktamirin.
    Mulai dari uang recehan Rp 2.000 sampai Rp 100.000 mulai dikeluarkan Muktamirin dari saku celana dan dompet mereka. Terlihat ada muktamirin yang ikhlas menyumbangkan ratusan ribu untuk kepentingan Muslim di Tolikara. Setelah acara selesai, panitia langsung mengumpulkan dana yang diserahkan Muktamirin. satu demi satu kertas uang dikumpulkan dan dihitung secara teliti. Setellah masing-masing dipisahkan, panitia mengikat uang tersebut dengan potongan plastik putih, agar uang tersebut tidak tercecer.
    Panitia memang tak perlu lama mengetuk hati Muktamirin jika itu adalah untuk korban insiden Tolikara, Papua. Dana itu menjadi tanda mata Muktamar Muhammadiyah untuk Muslim minoritas yang diserang pada Hari Raya Idul Fitri tersebut.
    “Setelah ini kami mungkin bisa berikan dana kepada Pemda atau panitia setempat untuk membangun kembali Masjid,” kata Hasan Samay usai pengumpulan dana tersebut, Selasa (4/8). “Mungkin Perwakilan Muhammadiyah bisa ke sana juga untuk melakukan dokumentasi,” tulis Republika.
    Hasan menuturkan, dirinya bersama PWM lain memang telah mewacanakan untuk melaporkan pada saat Muktamar mengenai kondisi Muslim Tolikara pascakejadian yang traumatik itu. Muslim Tolikara membutuhkan dana yang besar untuk membangun kembali masjid yang hangus dibakar massa Nasrani.
    Hasan menjelaskan, pembangunan masjid di Papua masih minim. Umat Islam yang cukup sedikit membuat masjid cukup sulit dibangun. Masalah lain, kata Hasan, adalah transportasi menuju Tolikara yang sangat sulit.
    Namun, kata Hasan, PWM Papua akan terus mencoba membangun satu demi satu masjid di tanah Papua. “Kita harus pelan-pelan. Kita wajib membaca situasi di sana. Di sana itu beda, kita harus banyak melakukan diplomasi dengan masyatakat dan birokrasi terkait,” ujar Hasan. [red/dbs]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Di Balik Muktamar Muhammadiyah: Solidaritas Tolikara Rating: 5 Reviewed By: Anonim
    Scroll to Top