• Latest News

    Rabu, 16 September 2015

    Berdakwah di Dunia Maya


        Hari ini kita sudah tidak dapat menutup mata dengan semakin merebaknya informasi di sosial media. Bahkan tidak sedikit orang yang lebih suka asyik dengan HP androidnya dibanding bersosial dengan teman atau masyarakat di sekitarnya. Yah, akhirnya dampak buruk penggunaan sosial media sudah semakin menggejala. Asyik, seru dan menyenangkan, mungkin itu sebagian dari pendapat mereka. Bagaimana tidak? Hanya dengan bermodalkan android, kartu dengan quota internet satu tahun atau beberapa bulan, dan jari yang terbiasa pencat-pencet, informasi sangat mudah didapat kapanpun dan dimanapun. Informasi dapat diakses melalui facebook, BBM, Twitter, WA dan sebagainya. Dampak buruk yang semakin kentara dari semua itu adalah berkembangnya anti sosial di semua kalangan.
        So,  mana bisa sih, kita menghentikan semua itu? Lha wong sekarang ini harga HP yang begituan semakin murah dan mudah dijangkau. Dan ini merambah ke berbagai kalangan loh. Tidak mengherankan pula bahwa anak-anak pun mempunyai alat komunikasi yang lebih canggih dari orang yang lebih tua. Rasanya juga semakin sulit bagi kita untuk menghentikan atau menutup mata (baca: tidak peduli) akan hal itu. Karena informasi yang sangat mudah dan murah itu memang sangat diperlukan saat ini, karena dapat memudahkan segala hal yang berkaitan dengan pengaksesan internet.
        Terlepas dari plus minusnya sosial media di berbagai kalangan, kita tetap harus berfikir arif dan bijaksana menyikapinya. Antipati akan sosial media yang ada, rasanya tidak memungkinkan. Oleh karena itu, mengapa kita tidak berfikir untuk menjadikan sosial media itu sebagai sarana dakwah  atau ladang dakwah kita? Ada banyak hal yang bisa dan mungkin kita lakukan di sana. Sehingga para pengguna sosial media dapat memperoleh pencerahan dari  perkembangan tehnologi komunikasi yang semakin merambah dan mengglobal di berbagai kalangan tersebut. Namun hal itu tentunya tidak terjadi begitu saja. Diperlukan kesungguhan dan keseriusan untuk benar-benar dapat menjadikan  sosial media ini sebagai sarana dakwah dan ladang dakwah kita. Karena ternyata banyak kalangan, ada yang lebih suka dan enjoy curhat di “Sosmed” daripada dihadapan temannya atau ”face to face”. Hebat khan? Terutama sekali remaja saat ini. Tidak sedikit dari mereka yang begitu renyah komen dan membuat status di sosial media, namun ketilka di dunia nyata, mereka tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Mungkin tidak berlebihan kalau kita berpendapat, tidak sedikit remaja saat ini yang lebih suka berlama-lama  di dunia maya daripada  datang pengajian di dunia nyata.
        Baiklah kawan, kalaulah akhirnya kita harus menyediakan waktu kiita untuk menjadikan dunia maya ini sebagai ladang untuk berdakwah, maka tentunya kita harus pintar-pintar mengelola waktu dan merencanakan segala sesuatunya sehingga dakwah akan menuai kesuksesan. Apa yang harus kita lakukan? Mungkin beberapa hal berikut bisa kita perhatikan:
    1. Menulis di salah satu forum mailist atau situs islami dan berusaha memilih forum yang tepat.
    2. Membuat file (tsaqafah, dakwah, dsb) dengan mengumpulkan data tentang permasalahan penting dan sedang marak saat ini.
    3. Memasukkan ringkasan kaset atau kitab-kitab Islami ke dalam media sosial/internet.
    4. Membuat buletin atau majalah untuk dikonsumsi sebagai media massa.
    5. Mengevaluasi atau memberi hujah makalah yang ada (memberi kritikan yang membangun).
    6. Memberikan komentar kepada teman dengan mengalihkan pada pemahaman Islam yang hanif.
    7. Membuat status dengan mengajak pembaca agar berfikir kritis dan memberi masukan positif.
    8. Berdiskusi tentang permasalahan Islam dan memberi kontribusi positif pada pihak-pihak yang membutuhkan.

    Demikian beberapa tips yang bisa kita lakukan agar dapat sukses berdakwah di dunia maya. Semoga dapat bermanfaat. [Fath]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Berdakwah di Dunia Maya Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top