• Latest News

    Kamis, 10 September 2015

    Langkah Muhammadiyah Berkemajuan Lima Tahun ke Depan

    Oleh: Dr. H. Haedar Nashir, M.Si *)
    Ketua Umum PP Muhammadiyah

    Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar 2015 yang baru saja berlalu telah mengangkat diksi Islam Berkemajuan dan Indonesia Berkemajuan ke ruang publik secara luas. Muktamarnya sendiri memperoleh penghargaan dan penghormatan positif dari berbagai pihak, yang menggambarkan permusyawaratan dari golongan umat yang berkemajuan. Riak kecil sekadar dinamika dan bumbu Muktamar, tetapi dari Makassar itulah Muhammadiyah membuktikan dirinya sebagai gerakan Islam yang memberi contoh kecerdasan dan keadaban dalam bermusyawarah sebagaimana tuntunan Islam. Islam tidak menjadi retorika yang indah di panggung publik, tetapi dipraktikkan dalam perbuatan nyata yang benar-benar menunjukkan kemajuan dan martabat Islami. 
    Kini pasca Muktamar ke-47 isu kemajuan tersebut tentu harus diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui program dan langkah-langkah gerakan selama lima tahun ke depan. Lebih utama dimulai dari Muhammadiyah sendiri agar menjadi gerakan Islam lebih berkemajuan untuk periode mendatang sehingga pada saat yang sama dapat menjadikan umat Islam dan bangsa Indonesia yang berkemajuan. Segala sesuatu harus dimulai dari lingkungan sendiri. Sabda Nabi, ibda binafsika, mulailah dari dirimu. Allah berfirman, Quu anfusakum wa ahlikum naara,  peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (QS. at-Tahrim : 6). Maka, mari kerahkan seluruh potensi dan ayunkan segenap langkah untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan agar mampu memajukan umat, bangsa, dan ranah kemanusiaan universal.

    Aktualisasi Kemajuan
    Ketika Muhammadiyah memperkenalkan istilah dan pemikiran Islam Berkemajuan sesungguhnya secara substansi maupun kesejarahan bukan hal baru karena melekat dengan kehadiran Muhammadiyah sejak kelahirannya. Jejak langkah pembaruan yang dipelopori Kiai Ahmad Dahlan yang melahirkan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid sejatinya membawa misi Islam yang berkemajuan. Kiai Dahlan sendiri banyak memperkenalkan kata "maju" atau "berkemajuan" dalam banyak kesempatan. Karenanya tatkala mengusung tema Indonesia Berkemajuan pun bukanlah sekadar wacana tetapi kehadiran Muhammadiyah memang memajukan kehidupan bangsa Indonesia. Disinilah letak argumentasi dan relevansi Muhammadiyah dalam mengusung tema dan isu berkemajuan. 
    Mengenai kandungan isi dan gagasan dasar tentang Islam Berkemajuan bacalah "Pemikiran Muhammadiyah Abad Kedua" hasil Muktamar Satu Abad tahun 2010 di Yogyakarta. Islam yang berkemajuan tentu tidak boleh berhenti sekadar jargon, isu, dan pernyataan normatif. Islam yang berkemajuan harus diwujudkan dalam kebudayaan yang berkemajuan baik dalam bentuk sistem nilai, sistem pranata, maupun sistem tingkah laku kolektif sehingga mendarah-daging dalam kehidupan seluruh warga Muhammadiyah pada khususnya dan umat Islam maupun masyarakat pada umumnya. Dalam konteks membangun umat maka Islam yang berkemajuan harus terwujud dalam pembentukan Masyarakat Terbaik (khaira ummah) sebagaimana dikehendaki Allah di muka bumi ini (QS. Ali Imran : 11)) dan yang dicita-citakan Muhammadiyah dalam gerakannya. Umat terbaik adalah umat tengahan (ummatan wasatha), umat yang menjadi pelaku sejarah (syuhada 'ala al-nas), itulah al-ummat al-Muhammadiyah atau umat pengikut Nabi Muhammad (Ibn Katsir, Juz I). 
    Kini Muhammadiyah berada dalam pusaran dunia abad ke-21 dalam lintasan sejarah modern, sekaligus memasuki abad kedua dari kelahirannya. Sungguh menjadi keniscayaan jika gerakan para pengikut Nabi Muhammad itu ingin meneladani Rasulullah dalam mewujudkan peradaban Islam berkemajuan, maka tirulah sunnah-sunnah Nabi yang besar serta strategis yakni membangun peradaban yang mencerahkan, bukan berhenti pada yang kecil-kecil meskipun tetap penting sebagai sunnah. Lebih-lebih manakala umat pengikut Muhammad itu mengklaim sebagai pembawa misi Islam rahamatan lil-'alamin di muka bumi ini. 
    Dalam konteks kehidupan Indonesia masih banyak hal-hal yang harus diubah dan didorong menuju kehidupan bangsa yang berkemajuan. Di bidang moral atau akhlak banyak krisis moral terjadi yang memerlukan perubahan perilaku agar bangsa ini memiliki martabat dan keadaban yang mulia dalam bertindak. Korupsi dan segala bentuk penyimpangan dan kerusakan sesungguhnya akar masalahnya dari segi pelakunya terletak pada kerusakan akhlak. Bangsa akan baik jika akhlaknya baik. Setelah itu perlu didorong kemajuan di bidang politik, ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan aspek-aspek lainnya yang mengarah pada kemajuan yang berkeunggulan sehingga membuat bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju. 
    Muhammadiyah perlu terus mendorong dan bergerak memajukan bangsa Indonesia itu sebagai bentuk tanggungjawab keislaman dan kebangsaan. Jika umat Islam di negeri ini ingin kokoh keberadaan dan peranannya dalam kehidupan bangsa dan negara maka gerakan-gerakan Islam seperti Muhammadiyah harus menjadi pelaku bagi kemajuan Indonesia. Siapa lagi yang akan bertanggungjawab terhadap negeri yang mayoritas penduduknya Muslim ini jika tidak kekuatan-kekuatan Islam sendiri. Maka jadilah penentu kemajuan Indonesia agar tidak ditentukan oleh pihak lain. Disinilah letak pentingnya Muhammadiyah memelopori gerakan Indonesia Berkemajuan bagi masa depan bangsa dan negara tercinta ini. 
    Langkah Ke Depan
    Muhammadiyah berkemajuan harus menjadi komitmen seluruh pimpinan dan anggota Muhammadiyah saat ini dan ke depan. Muhammadiyah lima tahun ke depan sebagaimana program hasil Muktamar ke-47 menetapkan visi yang harus dicapai yaitu: (1) Terciptanya transformasi (perubahan cepat ke arah kemajuan) sistem organisasi dan jaringan yang maju, profesional, dan modern; (2) Berkembangnya sistem gerakan dan amal usaha yang berkualitas utama dan mandiri bagi terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya; serta (3) Berkembangnya peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global. Secara khusus gerakan ekonomi harus menjadi perhatian penting dalam lima tahun ke depan agar Muhammadiyah makin kuat dan mandiri, tetapi gerakan ekonomi ini harus benar-benar membumi dan tidak model instan dan muluk-muluk. 
    Lima tahun ke depan dalam kaitan dengan gerakan pencerahan yang menjadi komitmen Muhammadiyah, dikembangkan Model Dakwah Pencerahan Berbasis Komunitas untuk diwujudkan secara meluas di seluruh struktur Persyarikatan. Bagaimana menggarap komunitas kelas atas, menengah, bawah, dan komunitas khusus lainnya dengan misi dakwah yang meneguhkan dan mencerahkan. Dakwah komunitas tersebut merupakan transformasi atau reaktualisasi dari Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah yang bersifat membebaskan, memberdayakan, dan memajukan. Ketiga proses strategis tersebut merupakan perwujudan dari gerakan pencerahan Muhammadiyah untuk kemajuan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal. 
    Pada periode lima tahun ke depan (2015-2020) beberapa program dijadikan prioritas sebagai program pengembangan sebagai bagian dari strategi pengembangan untuk mencapai visi Muhammadiyah 2020, yakni sebagai berikut. Pertama, Pengembangan kuantitas dan kualitas Cabang-Ranting sebagai basis penguatan, pemberdayaan, dan perluasan gerakan Muhammadiyah di akar-rumput sebagai bagian penting dan strategis dalam mengembangkan kekuatan civil Islam (masyarakat madani, civil society) di masyarakat. Kedua, Pengembangan sistem gerakan yang ditekankan pada pengayaan dan penyebarluasan ideologi dan pemikiran yang menjadi basis bagi pengembangan nilai-nilai keagamaan, intelektualitas, dan praksis gerakan yang bersifat pembaruan sebagai bagian penting dan strategis bagi pengembangan tajdid Muhammadiyah untuk pencerahan masyarakat. 
    Ketiga, Pengembangan kualitas sumberdaya anggota dan kader sebagai pelaku gerakan yang mampu mendinamisasi dan memperluas peran strategis Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan percaturan global. Keempat, Pengembangan amal usaha dan praksis sosial Muhammadiyah yang unggul dengan mengintensifkan dan memperluas program ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan gerakan jamaah sebagai basis kemandirian dan kekuatan strategis Muhammadiyah. Kelima, Pengembangan model gerakan pencerahan Muhammadiyah ke dalam program berbasis komunitas yang bersifat membebaskan, memberdayakan, dan memajukan bagi kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan universal. Keenam, Pengembangan peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan negara serta percaturan global yang berbasis pada prinsip, kepribadian, kemandirian, keseimbangan, dan kemaslahatan sesuai misi utama Muhammadiyah. 
    Dalam menyukseskan gerakan Muhammadiyah lima tahun ke depan sangat penting dan menentukan peran para pimpinan di seluruh tingkatan dan struktur Persyarikatan. Segenap anggota pimpinan di seluruh tingkatan harus mengerahkan segenap kemampuan disertai komitmen, kebersamaan, konsistensi, dan pengkhidmatan yang tinggi dalam menyukseskannya. Ukuran aktif dan berhasilnya kepemimpinan justru terletak pada pencapaian optimal amanah Muktamar. Seluruh ikhtiar, kemampuan, dan daya dukung dikerahkan secara optimal untuk melaksanakan program dan menjalankan amanat Muktamar. Dengan demikian fungsi kepemimpinan di setiap tingkatan benar-benar bekerja-nyata dan bergerak-nyata secara dinamis sejalan dengan komitmen dalam menunaikan amanah sebagai wujud keikhlasan dan pengkhidmatan yang selama ini menjadi spirit dan etos kerja dalam memimpin Muhammadiyah. Dari pikiran dan kerja keras pimpinan Muhammadiyah itulah lima tahun ke depan dapat dicapai visi Muhammadiyah Berkemajuan.
     
    *) Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat dalam SUARA MUHAMMADIYAH 17/100/1-15 September 2015 M
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Langkah Muhammadiyah Berkemajuan Lima Tahun ke Depan Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top