• Latest News

    Selasa, 06 Oktober 2015

    Mengajarkan Aqidah yang Lurus kepada Anak




    Oleh: H. Sholahuddin Sirizar, Lc, M.A
    Direktur Pondok Pesantren Imam Syuhodo Blimbing Sukoharjo,
    Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Tengah,
    Dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta

    Islam adalah agama yang sempurna dan satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Siapa saja yang tidak mau menerima Islam, pastilah termasuk orang yang merugi baik di dunia maupun di akhirat nanti. Keyakinan seperti ini harus diajarkan kepada anak-anak kita sejak dini.
    Memang di dalam agama Islam, anak kecil belum disebut mukallaf (yang mendapat beban dari agama untuk melaksanakan perintah-perintah agama dan meninggalkan larangan-larangan agama). Namun Islam memerintahkan kepada setiap orangtua agar sedini mungkin mengenalkan agama Islam yang lurus tersebut kepada anak-anaknya. Tujuannya adalah, agar ketika anak tersebut menginjak dewasa, sudah sangat siap untuk melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
    Memberikan pemahaman yang benar tentang agama Islam kepada anak-anak bukanlah perkara yang mudah. Karena pada dasarnya anak-anak belum memiliki akal yang sempurna. Karena itu para orangtua hendaknya tidak malu untuk selalu belajar, bagaimana cara yang mudah dan sederhana untuk memahamkan agama Islam yang lurus kepada anak-anaknya.
    Tentunya banyak ulama yang sudah mencoba memperkenalkan metode yang sederhana atau cara yang mudah untuk mengajarkan pemahaman agama, khususnya pemahaman “aqidah yang lurus” kepada anak-anak. Di antara metode yang sudah diusahakan oleh para ulama yang berperan aktif dalam dunia pendidikan anak, adalah dengan menjelaskan beberapa hal yang sangat penting dan pokok, dengan keterangan yang sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak. Secara singkat, sebenarnya perlu di tempuh beberapa langkah yang penting.
    Pertama, kita kenalkan anak-anak tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahwa Allah itu Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Kemudian kita menjelaskan bahwa Allah adalah Dzat yang telah menciptakan semua yang ada di muka bumi ini, Allah yang menciptakan langit, menciptakan bumi, menciptakan matahari, menciptakan bulan, menciptakan manusia, menciptakan hewan, menciptakan tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Kemudian dalam setiap kesempatan, para orangtua hendaknya selalu mencoba banyak bertanya kepada anak-anaknya, misalnya ketika berjalan-jalan dengan anaknya, menanyakannya tentang siapa yang menciptakan pohon itu? Siapa yang menciptakan sungai itu? Siapa yang menciptakan kambing itu? Siapa yang menciptakan bulan itu? dan seterusnya. Ketika anak-kita kita menjawab: Allah! maka kita katakan saja kepadanya: hebat, jawabanmu benar, atau pinter kamu, dan lain sebagainya.
    Kedua, kita mengajarkan kepada anak-anak untuk mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menunjukkan berbagai macam kenikmatan yang sudah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada semuanya. Umpamanya anak-anak kita tanya: Siapa yang memberimu mata yang digunakan untuk melihat? Siapa yang memberimu telinga yang digunakan untuk mendengar? Siapa yang memberimu kaki untuk berjalan? Siapa yang memberimu makanan? Siapa yang memberimu minuman? dan seterusnya. Kemudian kita jawab sendiri untuk mengenalkannya, bahwa yang menciptakan semua yang kita miliki tersebut adalah Allah Sang Pencipta yang Maha Perkasa. Kemudian kita katakan kepada anak-anak, bahwa kalau kita mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala maka Allah juga akan mencintai kita, dan kalau Allah mencintai kita maka semua yang kita minta pasti akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Ketiga, kita mengajarkan kepada anak-anak, bahwa supaya kita dicintai Allah maka kita harus taat kepada-Nya, melaksanakan perintah-perintahnya yang pasti baik, dan menjauhi larangan-larangannya yang pasti jelek, kemudian kita mengajarkannya untuk selalu berbuat baik. Kita bisa menjelaskan kepadanya: Kalau kita tidak pelit membagikan makanan kepada adik-adik atau teman-teman, maka akan di sayang Allah, kalau kita sayang dan tidak nakal kepada adik, kita akan di sayang Allah, kalau kita rajin belajar akan di sayang Allah, kalau kita sholat akan di sayang Allah, kalau kita berpuasa akan di sayang Allah dan seterusnya.
    Keempat, kita mengajarkan kepada anak-anak untuk meninggalkan hal-hal yang dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang menyebabkan-Nya marah. Kita bisa menjelaskan kepadanya: kalau kita mencuri maka Allah akan marah kepada kita, kalau kita bohong, Allah marah, kalau kita nakal Allah marah, kalau kita tidak shalat Allah marah, kalau kita tidak puasa Allah marah dan seterusnya. Kemudian kita sebutkan akibatnya kalau Allah marah, yaitu nanti kita tidak di beri makan, tidak di beri minum, dan kita nanti akan dimasukkan ke dalam api neraka yang sangat panas.
    Kelima, kita kenalkan kepada anak-anak semua nabi yang telah di utus oleh Allah, sejak nabi Adam sampai nabi Muhammad. Kita ajarkan kepada mereka siapa dan bagaimana perjuangan para nabi dan rasul tersebut khususnya yang termasuk Ulul Azmi. Kita ceritakan kehebatan para nabi tersebut sehingga anak-anak kita mengidolakan para nabi dan bukannya mengidolakan superman, spiderman, krisna, bima dll. Kemudian secara lebih detail kita kenalkan anak-anak tentang siapa sebenarnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sejak beliau lahir sampai di panggil oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bagaimana kehebatan beliau,  bagaimana akhlaq beliau dan bagaimana perjuangan beliau, sehingga anak-anak kita mengidolakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.
    Keenam, kita kenalkan anak-anak dengan rukun-rukun iman lainnya, seperti iman kepada para malaikat, bagaimana sifat-sifat mereka yang disampaikan melalui firman Allah Subhanahu wa Ta’ala atau sabda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam, tugas-tugas mereka dan lain-lainnya, kemudian mengenalkan iman kepada kitab-kitab yang pernah diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, iman kepada hari kiamat, iman kepada adanya surga dan neraka dengan menjelaskan betapa nikmatnya kalau kita masuk surga, dan betapa menderitanya kalau kita masuk neraka.
    Ketujuh, kita kenalkan anak-anak dengan Al-Qur’an, wahyu yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam. Di mulai dengan mengenalkannya huruf-huruf hijaiyyah, harakatnya, makharijul hurufnya, kemudian membacanya dengan benar sesuai dengan ilmu tajwid. Mendidiknya untuk mencintai Al-Qur’an, membacanya dengan rutin, menjelaskan point-point penting yang terkandung di dalamnya, sehingga anak-anak mengenal Al-Qur’an tersebut dengan baik dan benar. Kemudian kita juga menjelaskan keutamaan mempelajarinya. Dan seterusnya.
    Kedelapan, kita hendaknya mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada anak, di mulai dengan kebiasaan shalat berjamaah di masjid, memulai dan mengakhiri makan dengan berdoa, berbagi dengan saudara atau teman-temannya ketika punya makanan atau mainan, membuang sampah ke tempatnya, tidak nakal kepada adik-adiknya, selalu jujur dalam bertuturkata, meminta maaf kalau bersalah kepada orang lain, memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh orang lain kepadanya, dengan menjelaskan bahwa kalau kita melakukan perbuatan-perbuatan tersebut, maka Allah akan mencintai kita dan memasukkan kita ke surga-Nya.
    Ada satu hal yang sangat penting dan perlu digarisbawahi, yaitu dalam mendidik anak, sangat diperlukan adanya keteladanan dari orangtua. Ketika orangtua menginginkan anaknya menjadi anak yang shalih, maka dia harus menjadi orangtua yang shalih, ketika mengajarkan pentingnya shalat, dia harus mempraktekkan dan mencontohkannya di depan anaknya atau kalau sudah menginjak umur tujuh tahun, anak kita ajak untuk ikut shalat berjamaah di masjid. Ketika orangtua mengajarkan agar memiliki akhlak yang baik, maka harus langsung mencontohkannya di depan anaknya. Karena pada masa-masa seperti itu, anak selalu ingin mencontoh apa saja yang dia lihat.
    Itulah beberapa tahapan sederhana, yang isyaAllah mudah untuk dipahami oleh anak-anak. Mudah-mudahan apabila kita para orang tua secara berkesinambungan tidak bosan-bosan dalam mengajarkannya kepada anak-anak, maka mereka akan memiliki aqidah yang benar dan akhlak yang mulia. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mengajarkan Aqidah yang Lurus kepada Anak Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top