• Latest News

    Kamis, 15 Oktober 2015

    Tauhid, Jalan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala

    Tauhid adalah pegangan pokok yang sangat menentukan bagi kehidupan manusia, karena tauhid menjadi landasan bagi setiap amal yang dilakukan. Hanya amalan yang dilandasi dengan tauhid lurus yang akan mengantarkan manusia kepada kehidupan yang baik dan kebahagiaan yang hakiki di alam akhirat nanti.

    Berdasarkan pada pentingnya peranan tauhid dalam kehidupan manusia, maka wajib bagi setiap muslim untuk mempelajarinya. Tauhid bukan sekedar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bukan hanya mengetahui bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)-Nya, wahdaniyah (keesaan)-Nya dan bukan pula sekedar mengenal Asma’ dan Sifat-Nya.
    Iblis mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan meminta melalui Asma’ dan Sifat-Nya. Kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun kepercayaan dan keyakinan mereka itu belum menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim dan mukmin yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    Tauhid adalah pemurnian ibadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Yaitu menghambakan diri hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala secara murni dan konsekuen dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepada-Nya.
    Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid dalam pengertian tersebut di atas, mulai dari Rasul pertama sampai Rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
    Mengingat begitu pentingnya tauhid, marilah kita mengingat kembali beberapa poin keutamaan tauhid. Karena dengan begitu bisa menambah keyakinan kita atau meluruskan tujuan hidup kita yang selama ini yang mungkin keliru. Karena melalaikan masalah tauhid akan berujung pada kehancuran dunia dan akhirat.

    1. Tujuan Diciptakannya Makhluk Adalah untuk Bertauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az Zariyat [51]: 56). Makna menyembah-Ku dalam ayat ini adalah mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana ditafsirkan oleh para ulama.
    2. Tujuan Diutusnya Para Rasul Adalah untuk Mendakwahkan Tauhid. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Sungguh telah Kami utus kepada setiap umat seorang Rasul (yang mengajak) sembahlah Allah dan tinggalkanlah thaghut.” (QS. An Nahl [16]: 36).
    Thaghut adalah sesembahan selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberitakan bahwa hujjah-Nya telah tegak kepada semua umat, dan tidak ada satu umat pun yang dahulu maupun yang belakangan, kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengutus dalam umat tersebut seorang Rasul. Dan seluruh Rasul itu sepakat dalam menyerukan dakwah dan agama yang satu yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang tidak boleh ada satupun sekutu bagi-Nya (Taisir Karimirrahman, surat An-Nahl). Beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengingkari thaghut itulah hakekat makna tauhid.
    3. Tauhid Adalah Kewajiban Pertama dan Terakhir. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, “Jadikanlah perkara yang pertama kali kamu dakwahkan ialah agar mereka mentauhidkan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
    4. Tauhid Adalah Kewajiban yang Paling Wajib. Syirik adalah larangan terbesar, maka lawannya yaitu tauhid menjadi kewajiban yang terbesar pula. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan kewajiban ini sebelum kewajiban lainnya yang harus ditunaikan oleh hamba.
    5. Hati yang Salim Adalah Hati yang Bertauhid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah di dalam tubuh itu ada segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, hati yang salim yaitu hati yang selamat dari dosa dan kesyirikan (Tafsir Al Qur’anul ‘Adzhim, surat Asy Syu’ara’ 88-89). Maka orang yang ingin hatinya bening hendaklah ia memahami tauhid dengan benar.
    6. Tauhid Adalah Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Harus Ditunaikan Hamba. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak Allah yang harus ditunaikan hamba yaitu mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun…” (HR. Bukhari dan Muslim).
    Ibadah adalah hak Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, maka barangsiapa menyerahkan ibadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala maka dia telah berbuat syirik. Maka orang yang ingin menegakkan keadilan dengan menunaikan hak kepada pemiliknya sudah semestinya menjadikan tauhid sebagai ruh perjuangan mereka.
    7. Tauhid Adalah Sebab Kemenangan di Dunia dan di Akhirat. Para sahabat dari kalangan Muhajirin dan Anshar radhiyallahu ‘anhum adalah bukti sejarah atas hal ini. Keteguhan para sahabat dalam mewujudkan tauhid sebagai ruh kehidupan mereka adalah contoh sebuah generasi yang telah mendapatkan jaminan surga dari Allah Subhanahu wa Ta’ala serta telah meraih kemenangan dalam berbagai medan pertempuran, sehingga banyak negeri takluk dan ingin hidup di bawah naungan Islam. Inilah generasi teladan yang dianugerahi kemenangan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dunia dan di akhirat. Wallahu a’lam
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tauhid, Jalan Mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top