• Latest News

    Kamis, 12 November 2015

    Anak, Investasi dan Amanah Bagi Kita


    Anak adalah anugerah terindah bagi setiap orangtua. Setiap manusia yang telah menggenapkan separuh diennya pasti tentulah megharapkan kehadiran seorang anak sebagai pelengkap kebahagiaannya. Seorang wanita  yang telah menjadi istri pastilah berkeinginan untuk menjadi seorang ibu. Begitu juga seorang laki-laki yang telah menjadi suami pun juga berkeinginan untuk segera menjadi seorang ayah. Namun, jodoh, kelahiran, kematian adalah bagian dari rahasia Allah. Dan yang kita lakukan hanyalah sebatas ikhtiar. Mungkin ada sebagian dari kita yang baru saja menikah langsung diberi amanah untuk memiliki seorang anak. Ada juga yang mungkin sudah berpuluh tahun menikah, tapi belum juga diberi amanah itu. Seperti halnya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kisah beliau begitu berliku dalam mendapatkan seorang anak. Karna penantian yang begitu lama, istri beliau Sarah bahkan rela dan mengizinkan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk menikah lagi dengan pembantunya yaitu Hajar, demi untuk mendapatkan keturunan. Dan setelah sekian lama, akhirnya Allah memberikan keturunan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam yang kemudian diberi nama Ismail. Dan atas kehendak Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun, Sarah yang semula mandul juga dikaruniai anak bernama Ishaq.
    Begitu berharganya seorang anak hingga banyak sekali usaha yang dilakukan pasangan yang mungkin sampai tahun kesekian pernikahan nya belum juga mendapatkan amanah itu. Mulai dari usaha medis ataupun pengobatan alternatif, yang keduanya tentu memakan biaya yang tidak sedikit. Namun dibalik itu semua, dewasa kini banyak kita temui kasus-kasus kekerasan terhadap anak. Bahkan menurut data Komnas Perlindungan Anak Indonesia, jumlah kasus kekerasan anak meningkat setiap tahunnya. Bahkan tidak sedikit kasus kekerasan tersebut terjadi di sekitar kita. Mulai dari pembuangan bayi yang baru lahir, sampai kekerasaan terhadap anak baik secara fisik maupun psikis. Kenapa semua ini terjadi? Tak sadarkah mereka betapa berharga nya seorang anak itu? Sebuah amanah yang dititipkan Allah pada kita untuk dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Tak inginkah kita melihat mereka tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang kuat dan tangguh yang kemudian akan menjaga kita di penghujung usia kita? Sungguh ironi memang, saat kebanyakan orang sangat membutuhkan kehadiran anak, tapi di sisi lain tak sedikit pula kita temui orangtua-orangtua yang menyia-nyiakan anaknya.

    Bintang
    Bersinar dan indah dipandang. Seperti itulah bintang. Sama halnya dengan anak. Ia adalah bintang yang bersinar dan indah dipandang. Mereka terlahir sebagai juara. Seperti kita ketahui dalam teori ilmu pengetahuan, bahwasanya untuk mencapai sel telur, ribuan sel sperma harus berjuang melewati jalan panjang dan tidak sedikit yang gagal mencapai tujuan. Karna hanya satu sel sperma terbaiklah yang mampu bertemu dengan sel telur yang kemudian terjadilah pembuahan. Dari awal mula kehidupan seorang anak itulah, kita bisa menyebutnya sebagai seorang juara. Lalu, kenapa kita bisa dengan sangat tega melakukan kekerasan pada sang juara itu? Tidak inginkah kita menjadikan nya juara-juara dalam hal positif lainnya?

    Harta karun
    Kita bisa bayangkan betapa bahagianya mendapatkan harta karun bukan?. Harta yang tidak disangka sangka, yang datang begitu saja. Ketika mendapatkan harta karun, pastilah kita sangat bahagia. Sesuatu yang berharga dan dengan cuma-cuma kita mendapatkannya. Lalu, untuk alasan apa kita menyia-nyiakan mereka? Anak-anak yang begitu berharga, investasi akhirat yang wajib kita jaga dengan sebaik-baiknya.

    Penyelam
    Seorang penyelam akan terus berusaha menyelami kedalaman lautan untuk mendapatkan spot spot indah yang mampu memanjakan matanya. Begitu juga anak-anak. Ia memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Dalam hal ini, kita harus nya berperan sebagai teman dekatnya, agar anak tidak sungkan dalam menanyakan berbagai hal yang ingin dia ketahui. Bukan justru sebagai hakim yang selalu menghakimi setiap perilaku anak. Mungkin memang terlihat mengesalkan saat anak-anak berulah untuk mengeksplorasi pengetahuan nya. Tapi saat itulah, justru ia butuh bimbingan dan arahan agar mampu menjadi anak hebat dalam mengarungi samudra pengetahuannya. Anak hanya butuh dibimbing secara halus, bukan dengan kekerasan.

    Bintang, harta karun dan penyelam. Seperti itulah karakter anak. Akankah kita tega menyia-nyiakan nya? Tentu tidak bukan... mari lebih bijak menjadi orangtua untuk anak-anak kita./ulf
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Anak, Investasi dan Amanah Bagi Kita Rating: 5 Reviewed By: Ulfa Sularsih
    Scroll to Top