• Latest News

    Senin, 14 November 2016

    Mengapa Mayoritas Kristen Di Amerika Tidak Menolak Dipimpin Yahudi?


    Oleh: Fadh Ahmad Arifan
    Pengajar Aqidah Akhlak di MA Muhammadiyah 2 Kota Malang
     
    Tanggal 9 November 2016, pengusaha berdarah Yahudi Donald Trump berhasil mempecundangi capres berdarah Yahudi lainnya yakni Hillary Rodham Clinton. Ia terpilih sebagai Presiden Amerika yang ke-45. Perlu diketahui, Trump bukanlah orang Yahudi pertama yang meraih kursi presiden. Dahulu kala sudah ada Harry Solomon Truman. Ia juga terdaftar sebagai anggota freemasonry (98 persen presiden Amerika wajib menjadi anggota/afiliasinya). Barangkali hanya presiden Abraham Lincoln dan John F. Kennedy yang menolak disumpah pakai bibelnya kaum Freemasonry.

    Selain pernah merasakan kursi Presiden, orang Yahudi mendapat jatah kursi Menteri Luar Negeri Amerika. Kemudian posisi penting di Pentagon, CIA dan Wali Kota New York. Pertanyaannya adalah mengapa mayoritas warga Amerika yang Kristen dan Katholik itu tidak bereaksi atau menolak pemimpin berdarah Yahudi? Pertama, dalam Bibel yang mereka jadikan pedoman hidup, tidak ada larangan mengangkat non Kristen sebagai teman setia bahkan pemimpin. Tidak seperti surah al-Maidah 51 yang disitu amat jelas larangan mengangkat atau mengambil non muslim sebagai "auliya".

    Kedua, sebagian besar media mainstream dikuasai Yahudi. Ada 80 tokoh Yahudi yang menguasai media di Ameika Serikat. Dari CNN, FOX hingga Newsweek. Apa keuntungannya? Siapa yang menguasai media, maka ia bisa mengendalikan opini, propaganda dan mindset publik. Terutama opini publik kepada zionis dan komunitas Yahudi pada umumnya. Apabila ada seseorang mengkritisi zionis, siap-siaplah dilabeli “Anti Semit”. Terkait media, cerita pencalonan Trump sudah mulai dipromosikan lewat salah satu episode The Simpsons yang berjudul Bart to The Future pada awal tahun 2000 silam. Apakah ini suatu kebetulan?

    Ketiga, Besarnya Finansial. Bangsa Yahudi yang posisinya minoritas itu mampu menghegemoni/menguasai mayoritas Kristen dan Katholik Amerika berbekal finansial. Hingga tulisan ini terbit, Trump memiliki nilai kekayaan sebesar 3,7 Miliar Dolar Amerika. Tak heran juga, ia menjadi penyumbang dana terbesar di Partai Republik. Dengan uang melimpah, lobi-lobi yang dilakukan kepada politikus, LSM atau kelompok tertentu menjadi mulus. Hanya Sultan Abdul Hamid II yang tidak berhasil ditundukkan lewat finansial/uang. 

    Jangankan menolak pencalonan Hillary Clinton dan Donald Trump sebagai calon presiden, senator-senator beragama Kristen bahkan pendeta-pendeta di sana belum pernah saya dengar penolakan mereka atas kebiasaan presiden mereka mengucurkan bantuan miliaran dolar kepada zionis.

    Sekali lagi, mengapa mayoritas Kristen di Amerika mau dipimpin Yahudi? Jawabnya karena tiadanya larangan dalam Bibel, media dan finansial. Itulah yang membungkam suara mayoritas. Apakah di masa mendatang mayoritas Muslim di Indonesia akan dihegemoni minoritas non Muslim? Semuanya tergantung pada iman para ulama dan cendekianya. Wallahu’allam bish shawwab.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Mengapa Mayoritas Kristen Di Amerika Tidak Menolak Dipimpin Yahudi? Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top