• Latest News

    Rabu, 25 Oktober 2017

    Ibrah dari Polemik Perpu Ormas


    Dahnil Anzar Simanjuntak
    Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah

    Pertama, Kami sejak awal tentu bersepakat dengan upaya pemerintah melawan organisasi yang tidak bersesuaian dengan Pancasila dan NKRI. Namun upaya untuk melawan mereka, jangan sampai dilakukan dengan mengorbankan demokrasi dan penegakan hukum yang menjadi ruh utama Pancasila.

    Kedua, Perpu yang sudah disetujui oleh DPR RI tersebut berpotensi mengancam demokrasi dan negara hukum, karena membuka peluang bagi pemerintah berlaku repressive dan mengabaikan hukum. Karena kecenderungan kekuasaan memiliki patologi abuse of power, apalagi sudah bermodal legalitàs hukum untuk berlaku represif. Maka, kami mempersilakan berbagai kelompok yang tidak bersepakat melakukan protes dengan cara elok melalui proses hukum, uji materi misalnya. Dan menghormati proses demokrasi yang sudah terjadi DPR. Meskipun sejatinya menurut saya terang Perpu yang disepakati oleh Pemerintah tersebut mencinderai demokrasi itu sendiri. Namun, kedewasaan publik menghormati proses demokrasi penting dirawat

    Ketiga, Bagi kami polemik Perpu kali ini, memiliki ibrah (pembelajaran) bagi semua pihak, terutama organisasi atau kelompok yang sering menyebut demokrasi dan Pancasila adalah sistem kafir, Thogut dan tidak Islami. Justru faktanya demokrasi dan Pancasila sangat Islami karena memberikan ruang dialog (musyawarah) yang sangat luas dan melawan represifitas. Bahkan mereka yang menghujat demokrasi saya kira harus berkaca, fakta bahwa demokrasi dan Pancasila saat ini ideal dan cocok sebagai ijtihad sistem politik dan nilai bersama yang paling ideal saat ini bagi Indonesia. Karena faktanya mereka sendiri berlindung di balik demokrasi.

    Keempat, Perpu yang sudah disahkan DPR bagi kami tidak akan efektif menekan berkembangnya ideologi antipancasila. Malah justru memberikan ruang mereka melakukan konsolidasi lebih luas. Karena doctrine-doctrine ini seringkali membesar di bawah tekanan penguasa. Oleh sebab itu memukul tidak selalu efektif untuk meredam mereka. Jalan yang paling efektif adalah dialog intens, dimana pelurusan cara pandang mereka terkait dengan tafsir agama yang absolut tentang khilafah misalnya, bisa diluruskan. Dialog adalah jalan yang paling beradab melawan ideologi autopis antipancasila dan demokrasi tersebut. Namun tidak boleh dilawan dengan cara antidemokrasi juga, sehingga sulit membedakan kelompok antidemokrasi dengan Pemerintah yang berlaku antidemokrasi juga.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ibrah dari Polemik Perpu Ormas Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top