• Latest News

    Rabu, 29 November 2017

    Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Hasilkan Khittah Kahayan




    Tanwir II Pemuda Muhammadiyah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang berlangsung selama 3 hari, sejak 26-29 November 2017, menghasilkan Khittah atau garis besar perjuangan sebagai panduan dan nasihat Pemuda Muhammadiyah bagi seluruh anak muda Islam khususnya dan anak muda Indonesia secara umum. Khittah Kahayan merujuk kepada Sungai Kahayan di Palangkaraya yang menjadi tuan rumah Tanwir II Pemuda Muhammadiyah.
    Khittah Kahayan adalah “Khittah Akhlak Politik Kebangsaan” yang memberikan panduan bagi anak muda Indonesia, bahwa penting meninggikan standar akhlak politik bangsa, di masa yang akan datang, di tengah rendahnya akhlak politik bangsa saat ini, di mana segala cara dilakukan untuk merebut kekuasaan dan abai akhlak yang tinggi.
    Khittah Kahayan lahir sebagai Khittah Akhlak Politik kebangsaan bagi anak muda Islam dan Indonesia, dengan 4 Nilai dasar yakni:

    4 Nilai Akhlak Politik Kebangsaan Pemuda Muhammadiyah
    Maksud dan tujuan Muhammadiyah ialah menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (Pasal 6 Anggaran Dasar [AD] Muhammadiyah). Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,  Muhammadiyah melaksanakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan (Pasal 7 (1) AD Muhammadiyah).
    Founding Fathers  Muhammadiyah  bukan tanpa alasan menjadikan gerakan amar ma’ruf nahi munkar (dan tajdid) berada di urutan teratas pada Bab Usaha dalam AD Muhammadiyah dalam mencapai maksud dan tujuan parsyarikatan ini. Bahkan dalam Muqaddimah AD/ART disebutkan pendirian Muhammadiyah didorong perintah Allah SWT  dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 104, yaitu menjadi sekelompok umat untuk beramar ma’ruf nahi  munkar.
    Pemuda Muhammadiyah merupakan perpanjangan tangan Muhammadiyah dalam perjuangan menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Termasuk dalam rangka menghadapi hiruk pikuk politik jelang pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019 yang akan datang. Untuk itu perlu dirumuskan suatu khittah perjuangan Pemuda Muhammadiyah dalam menyongsong tahun politik 2018. Khittah berasal dari bahasa Arab yang bermakna garis. Maka khittah perjuangan Pemuda Muhammadiyah berarti garis, acuan, atau landasan yang harus dipegang teguh oleh seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dalam menjalankan peran politiknya.
    Pemuda Muhammadiyah meyakini bahwa politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan salah satu aspek dari ajaran Islam dalam urusan keduniawian (al umur al duniawiyat) yang harus selalu dimotivasi dan dibingkai dengan nilai luhur agama. Maka diperlukan sikap moral yang positif dari seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dalam menjalani politik kebangsaan.
    Dalam menghadapi dinamika politik 2019 pemuda Muhammadiyah harus aktif dalam mengambil peran-peran kebangsaan dan tentu saja bukan mengambil peran politik praktis sebagaimana peran yang diambil partai politik. Politik dengan semangat amar ma’ruf nahi munkar menjadi ruh setiap langkah Pemuda Muhammadiyah yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Sunnah Maqbulah.
    Untuk itu, diperlukan nilai-nilai dasar yang nantinya akan diimplementasikan dalam menjalankan langkah-langkah politik Pemuda Muhammadiyah. Nilai dasar tersebut ialah:

    1.  Nilai Ketauhidan
    Pemuda Muhammadiyah meyakini dengan sepenuh hati bahwa kekuasaan yang ada di tangan manusia adalah amanah dari Allah yang dipegilirkan bagi setiap manusia. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an:
    Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [3]: 26)
    Oleh karena itu, setiap manusia yang diberi amanah kekuasaan oleh Allah SWT haruslah memegang teguh amanah tersebut dengan adil dan bertanggung jawab. Hal ini juga merupakan manifestasi dari tugas kekhalifahan yang diberikan Allah kepada manusia.
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (QS. Al Baqarah [2]: 30).

    2.  Nilai Ubudiyah
    Pada dasarnya tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah sebagaimana ditulis dalam Al-Qur’an:
    “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu.” (QS. Adz Dzariyat [51]: 56)
    Seluruh aktivitas kehidupan sebagai muslim adalah dalam rangka pengabdian/ibadah kepada Allah SWT. Termasuk di dalamnya kehidupan politik. Maka agar aktivitas politik kita dapat bernilai ibadah di sisi-Nya, aktivitas tersebut harus dilandasi dengan nilai ubudiyah dan mampu memberikan kebaikan bagi bangsa dan negara.

    3.  Nilai Mashlahat
    Tujuan bernegara adalah mewujudkan kemashlahatan dan kesejahteraan bagi kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Dalam Al-Qur’an, kesejahteraan itu tidak hanya dilihat dari kuantitas tapi juga keberkahan dari rezeki yang dilimpahkan Allah. Sedangkan rezki yang melimpah sekaligus diliputi keberkahan itu hanya dapat dituai dengan keimanan dan keberkahan. Sebagaimana firman Allah:
    “Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al A`raf [7]: 96)
    Bagi Pemuda Muhammadiyah, kemashlahatan bernegara hanya akan dicapai jika politik kebangsaan dijalankan atas dasar keimanan dengan menghindari perilaku yang bertentangan dengan perintah Allah seperti korupsi, manipulasi, penyalahgunaan kekuasaan, dll. Jika politik dijalankan atas dasar iman dan penuh kesyukuran, maka akan terwujudlah apa yang dijanjikan Allah:
    “Makanlah olehmu dari rizki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.” (QS. Saba’ [34]: 15)

    4.  Nilai Dakwah
    Pemuda Muhammadiyah memiliki identitas sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Hal ini adalah implementasi dari firman Allah:
    “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al Hajj [22]: 41)
    “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imran [3]: 110).
    Untuk itu Pemuda Muhammadiyah tidak pernah bosan menyeru dan mengingatkan kepada penguasa serta seluruh pengambil kebijakan untuk menjalankan amanah secara adil, berlandaskan nilai moral dan agama, agar kebijakan tersebut dapat memberi manfaat bagi seluruh masyarakat.
    Pemuda Muhammadiyah tidak akan sungkan untuk menyampaikan kritik dan terus mengingatkan semua pihak, baik pembuat kebijakan, media, maupun rakyat keseluruhan demi terwujudnya kemashlahatan bersama.

    Empat nilai dasar di atas harus menjadi rujukan bagi seluruh kader Pemuda Muhammadiyah dalam setiap langkah politik yang dijalaninya. Pemuda Muhammadiyah meyakini bahwa usaha membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang memberi manfaat bagi rakyat hanya dapat dicapai dengan melandaskan aktivitas politik kebangsaan kita kepada nilai-nilai ilahiyah dan tumbuh subur bersamaan dengan tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, persatuan keadilan, dan kedamaian. Sehingga cita-cita keadilan sosial bagi seuruh bagi seluruh rakyat Indonesia akan dapat diwujudkan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Hasilkan Khittah Kahayan Rating: 5 Reviewed By: Fastabiqu Online
    Scroll to Top